Berita

Warga memenuhi tempat-tempat wisata di China/Net

Dunia

Ketika Banyak Negara Dilanda Gelombang Kedua Covid-19, China Dorong Semua Warganya Berwisata

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah China mendorong warganya untuk berwisata sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi pasca hampir setahun memberlakukan karantina, kuncian, dan pembatasan gerak.

Program tersebut didorong oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata agar para warga dapat melakukan wisata "balas dendam". Namun perjalanan sendiri hanya diizinkan di dalam negeri.

Strategi tersebut diberlakukan dalam rangka liburan panjang festival pertengahan musim gugur dan Hari Nasional China selama delapan hari.


Kementerian memperkirakan, ada sekitar 550 juta orang yang akan melakukan wisata selama liburan tersebut. Perkiraan tersebut tampaknya benar dan bahkan mungkin melebihi ekspektasi.

Dilaporkan The Guardian pada Kamis (1/10), foto-foto yang diunggah di media sosial pada Selasa (29/9) atau hari pertama libur nasional memperlihatkan tempat-tempat wisata ramai pengunjung, dan stasiun kereta ramai dengan penumpang yang tergesa-gesa.

Di forum online, banyak orang mengeluh karena hotel dan tiket lokasi wisata telah terjual habis. Sementara lalu lintas sudah dipastikan macet.

"Kemacetan tidak bisa dihindari. Lebih baik tinggal di rumah," ujar seorang akun di Weibo.

Situs pemesanan perjalanan Qunar mengatakan pemesanan hotel telah berlipat ganda untuk tujuan populer seperti Dali dan Lijiang di provinsi Yunnan atau Sanya di Hainan, sebuah pulau di selatan.

Situs perjalanan telah memperebutkan pelanggan dengan diskon, sementara maskapai penerbangan telah menambahkan rute baru untuk memenuhi permintaan. Lebih dari 500 lokasi indah di seluruh negeri memberikan tiket masuk atau diskon gratis kepada pengunjung.

Pengeluaran selama delapan hari ke depan sendiri akan menjadi indikator utama pemulihan ekonomi China dari pandemi Covid-19.

Surat kabar milik pemerintah, Economic Information Daily, menggambarkan liburan tahun ini sebagai "pertempuran kritis" untuk industri pariwisata. Para kritikus mengatakan itu sebagai tanda awal dari "konsumsi balas dendam".

“Setelah lebih dari setengah tahun kerja pencegahan dan pengendalian epidemi, liburan akan melihat 'gerakan nasional' yang sesungguhnya,” kata manajer pemasaran di operator perjalanan bernama CYTS Tours, Xu Xiaolei.

Sementara China telah berjuang di depan untuk memulihkan ekonomi, banyak negara lain masih berjuang melawan krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Banyak negara saat ini dilaporkan tengah menghadapi gelombang kedua infeksi dengan terpaksa menerapkan kembali penguncian yang berdampak pada ekonomi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya