Berita

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Net

Dunia

Emmanuel Macron Benarkan Rumor Turki Kirim Pejuang Suriah Untuk Bangun Kekuatan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 09:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengaku telah memastikan laporan yang menunjukkan Turki menggirim para pejuang Suriah ke Nagorno-Karabakh sebagai kekuatan Azerbaijan.

Berbicara dalam KTT Uni Eropa pada Jumat (2/10), Macron mengatakan sebanyak 300 militan Suriah telah dikirim ke Baku melalui kota Gaziantep di Turki untuk bertempur di Nagorno-Karabakh.

"Saya dapat memastikan bahwa, menurut data kami, 300 militan telah meninggalkan Suriah untuk tiba di Baku melalui Gaziantep. Militan ini telah diidentifikasi, mereka adalah anggota kelompok jihadis yang beroperasi di dekat Aleppo," ujar Macron, seperti dikutip Sputnik.


Sebelumnya, muncul laporan bahwa Turki membayar para pemberontak Suriah untuk bekerja di perusahaan keamanan swasta yang ternyata hanya kedok untuk mengerahkan mereka ke Azerbaijan.

Meski begitu, tidak ada bukti yang diberikan secara pasti terkait laporan tersebut, selain sumber yang merupakan warga Suriah yang juga mendaftar program itu.

Pengerahan pejuang Suriah oleh Turki ke Azerbaijan telah memperumit konflik Nagorno-Karabakh dengan Armenia.

Pada Minggu (27/9), pasukan militer kedua negara kembali terlibat pertempuran hebat. Darurat militer dan mobilisasi umum telah dideklarasikan di Armenia. Azerbaijan mengumumkan darurat militer sebagian dan mobilisasi sebagian serta menutup bandaranya untuk semua lalu lintas udara internasional kecuali Turki.

Negara-negara Eropa telah berulang kali meminta para pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan kembali ke negosiasi.

"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan. Kami mengambil upaya bersama dengan aktor internasional lainnya untuk melanjutkan dialog politik di dalam OSCE Minsk Group," ujar Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya