Berita

Angka pengangguran di Jepang mencapai level terburuk sejak tiga tahun terakhir/Net

Dunia

Meski Tanpa Lockdown, Angka Pengangguran Di Jepang Tetap Melonjak

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Efek pandemi Covid-19 pada pada tingkat pengangguran di Jepang menunjukkan betapa krisisnya situasi saat ini.

Data resmi yang dihimpun oleh Kementerian Tenaga Kerja pada Jumat (2/10) menunjukkan, tingkat pengangguran di Jepang naik menjadi 3 persen  pada Agustus.

Angka tersebut, naik 0,1 poin persentase dari Juli dan yang terbesar sejak Mei 2017 mencapai 3 persen atau lebih tinggi, seperti dimuat AFP.


Data terpisah menunjukkan hanya ada 104 lowongan kerja untuk setiap 100 pencari kerja pada Agustus, sementara bulan sebelumnya 108 per 100 pencari kerja.

Jepang sudah berjuang dengan dampak bencana alam dan kenaikan pajak konsumsi sebelum pandemi virus corona melumpuhkan ekonomi global.

Setelah itu terjadi, tidak ada penguncian wajib di Jepang. Alih-alih, pemerintah meminta orang untuk tinggal di rumah yang sebagian besar diindahkan.

Meski begitu, ekonomi terhantam karena penutupan perbatasan negara, pariwisata sepi, konsumsi anjlok, hingga industri hotel yang semakin mengkhawatirkan.

Pasar tenaga kerja Jepang terkenal ketat, namun populasi usia kerja menyusut dalam masyarakat.

Mantan perdana menteri Shinzo Abe berusaha mengatasinya dengan membawa lebih banyak wanita dan orangtua ke dalam angkatan kerja, serta sedikit melonggarkan kebijakan imigrasi negara yang ketat.

Penggantinya, Yoshihide Suga, yang menjabat bulan lalu, telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan Abe.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya