Adanya laporan Israel telah mengirim senjata ke Azerbaijan telah mengancam hubungan Yerevan dan Tel Aviv.
Dalam sebuah laporan yang dimuat Al Arabiya pada Kamis (1/10), sumber intelijen Amerika Serikat (AS) menyebut Israel telah mengirim pesawat kargo yang berisi penuh dengan senjata ke Azerbaijan di tengah ketegangan dengan Armenia di Nagorno-Karabakh.
"Israel memasok senjata ke (Azerbaijan), dua penerbangan kargo dari Israel telah mendarat di Baku pada hari ini," ujar sumber tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri Armenia, Anna Naghdalyan pada hari yang sama mengatakan pihaknya akan memanggil Dutabesarnya di Tel Aviv untuk berkonsultasi.
"Masalah ini selalu menjadi agenda bilateral kami. Pasokan senjata canggih Israel ke Azerbaijan sangat disesalkan, (khususnya) pada saat Azerbaijan yang didukung oleh Turki melancarkan agresi skala besar terhadap Armenia dan Artsakh," ujar Naghdalyan, seperti dikutip
Azbarez.
Naghdalyan mengatakan, pasokan senjata Israel ke Azerbaijan tersebut tidak dapat diterima dan Armenia telah mengangkat isu tersebut dengan rekan-rekan Israel dalam banyak kesempatan.
"Saat seluruh komunitas internasional mendesak Azerbaijan menghentikan aksi militer, Israel tetap memasok senjata ke Azerbaijan," sambungnya.
Armenia selama ini telah mengakui Israel secara diplomatik. Pada 18 September, Armenia secara resmi telah membuka kedutaan besarnya di Tel Aviv.
Sementara itu, hubungan Israel dan Azerbaijan dilandasi oleh perdagangan minyak dan senjata. Israel merupakan salah satu pemasok senjata utama bagi Baku. Hal tersebut pun diakui oleh Penarisat Kebijakan Luar Negeri presiden Azerbaijan Hikmet Hajiyev.
Hajiyev mengatakan kerjasama pertahanan antara Israel dan Azerbaijan bukanlah rahasia. Dalam pertempuran Nagorno-Karabakh pun, Azerbaijan menggunakan drone kamikaze buatan Israel.
"Jika Armenia takut dengan drone yang digunakan Azerbaijan, ia harus menghentikan pendudukannya," ujarnya.