Berita

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam dan para pejabat merayakan Hari Nasional China/Net

Dunia

Puji UU Keamanan Nasional, Carrie Lam: Stabilitas Hong Kong Telah Kembali

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 16:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam memuji pemberlakuan UU keamanan nasional dalam pidatonya selama perayaan Hari Nasional China pada Kamis (1/10).

Dalam sebuah upacara bendera yang dihadiri oleh pejabat senior Hong Kong dan China daratan, Lam mengatakan stabilitas kota tersebut telah kembali.

"Selama tiga bulan terakhir, kebenaran yang jelas adalah bahwa stabilitas masyarakat telah dipulihkan sementara keamanan nasional telah dijaga, serta warga dapat terus menikmati hak-hak dasar dan kebebasan mereka," ujarnya, seperti dikutip Reuters.


Pernyataan Lam sendiri merujuk pada pemberlakuan UU keamanan nasional Hong Kong oleh Beijing pada 1 Juli.

Sementara Lam menyampaikan pidato dan menggelar upacara, ratusan polisi anti huru hara berpatroli di sepanjang rute yang didiperkirakan akan menjadi tempat aksi unjuk rasa.

Sekelompok petugas anti huru hara melakukan operasi penghentian dan pencarian di sepanjang rute perjalanan yang diperkirakan menghubungkan distrik perbelanjaan utama Causeway Bay dengan distrik administrasi Admiralty.

Pada pukul 14.00 setempat, hanya ada sedikit tanda-tanda massa berkumpul, jalan-jalan dipenuhi oleh polisi anti huru hara dan wartawan.

Polisi mengusir setiap orang yang tampak mencurigakan, seperti seorang remaja memainkan lagu-lagu protes dengan alat musik tiup kayu, seorang pria berpakaian hitam dan memegang balon kuning (warna yang diasosiasikan dengan pendukung pro-demokrasi), hingga seorang wanita memegang salinan tabloid anti-pemerintah Apple Daily.

"Orang Hong Kong telah sedih dan kecewa selama setahun. Ini dimaksudkan sebagai hari libur dan jalanan dipenuhi polisi," ujar Mandy, 52 tahun, saat berbelanja dengan suaminya.

“Orang-orang sedang tidak ingin merayakannya. Pemerintah menggunakan undang-undang keamanan nasional dan pandemi untuk menekan hati kami," sambungnya.

UU keamanan nasional menangani berbagai kejahatan nasional seperti terorisme, separatisme, subversi, hingga campur tangan asing. Namun banyak kritikus yang menyebut UU tersebut digunakan untuk menekan perbedaan pendapat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya