Berita

Kiwigogo, mobil terbang buatan Xpeng Motors China/Net

Dunia

Kiwigogo, Mobil Terbang Mirip Drone Buatan Xpeng China

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 14:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Xpeng Motors China mendobrak dunia otomotif dengan merilis mobil terbang yang dipamerkannya di Beijing Auto Show 2020 pada akhir pekan.

Mobil terbang yang dinamai Kiwigogo itu diketahui dapat membawa hingga dua penumpang dan melayang di ketinggian 5 hingga 25 meter.

Proyek Kiwigogo merupakan hasil kerjasama dari Xpeng dengan raksasa e-commerce Alibaba dan Xiaomi Cops.


Dimuat Carscoops pada Senin (28/9), Kiwigogo memiliki bentuk seperti drone dengan delapan baling-baling dan kerangka seperti kapsul, dengan tenaga yang berasal dari sumber listrik.

Kiwigogo sendiri dikembangkan oleh anak perusahaan Xpeng Motors, Xpeng Heitech yang dimiliki oleh He Xiaopeng.

Perusahaan tersebut mengungkap, Kiwigogo masih dalam tahap penelitian dan pengembangan dalam hal mobilitas, elektrifikasi dan digitalisasi. Sehingga prospeknya masih akan terus dievaluasi.

"Ini adalah eksplorasi R&D jarak jauh bagi kami untuk benar-benar memikirkan mobilitas dalam konteks yang lebih besar," ujar Wakil Ketua dan Presiden Xpeng, Brian Gu.

Xpeng menambahkan pihaknya tidak mengharapkan dampak material pada bisnis intinya dari usaha ini. Meski demikian, itu tidak berarti Xpeng tidak serius membawa Kiwigogo ke pasar di masa mendatang.

"Kami pikir di masa depan tidak hanya kendaraan listrik yang akan memiliki fitur mengemudi otonom mobilitas pintar, tetapi dengan teknologi lain, memungkinkan perangkat lain yang dapat menciptakan ekosistem multi-dimensi, itu akan sangat menarik," lanjut Gu.

Perusahaan China itu telah mengerjakan proyek mobil terbang selama tujuh tahun, setelah melakukan sekitar 10 ribu uji keamanan. Xpeng juga memiliki 15 hak kekayaan intelektual untuk mobil terbangnya.

Sejauh ini, peraturan pemerintah menjadi kendala utama bagi pengembangan kendaraan udara eVTOL (lepas landas dan mendarat vertikal listrik), tetapi perusahaan berlomba-lomba untuk menyiapkan teknologinya saat undang-undang mengizinkannya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya