Berita

Arab Saudi boikot produk-produk buatan Turki/Net

Dunia

Hubungan Retak, Arab Saudi Boikot Produk Buatan Turki

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mulai pekan ini, Arab Saudi dilaporkan akan secara resmi melarang produk-produk buatan Turki sebagai bagian dari embargo rahasianya.

Media Turki Cumhuriyet melaporkan, larangan tersebut akan mulai berlaku pada pekan ini untuk memberikan tekanan pada ekonomi Turki yang sudah lumpuh.

"Pelanggan kami terbiasa dengan produk Turki, mereka puas. Namun, mereka tidak dapat membeli barang kami lagi. Mereka mengatakan mengirimkannya kepada kami melalui negara ketiga," ujar seorang pengusaha Turki.


"Usaha kecil dan menengah sangat cemas, terutama karena ekspor dari provinsi tenggara seperti Hatay, Gaziantep dan Diyarbakir terhenti," sambungnya.

Arab Saudi sendiri sebelumnya telah menekan pengusaha lokal untuk tidak berbisnis dengan Turki dan industrinya sebagai bagian dari boikot tidak resmi.

Menurut laporan Juli oleh Middle East Eye, mengutip informasi dari pejabat Turki, Kerajaanjuga telah mencegah truk yang membawa buah dan sayuran segar melintasi perbatasan Arab Saudi.

Surat kabar Turki, Dunya memuat, pemerintah Arab Saudi telah menghubungi para pengusaha dan memerintahkan mereka untuk tidak berdagang dengan perusahaan atau memberli produk apapun yang dibuat di Turki.

Lebih lanjut, pemerintah akan mengenakan denda kepada perusahaan mana pun yang mengabaikan perintah tersebut.

"Anda bahkan tidak bisa menjual barang-barang Turki dari Jerman karena mereka tidak menginginkan barang dengan cap "made in Turkey"," lapor Dunya.

Surat kabar itu juga mengungkap, Arab Saudi tidak dapat mengumumkan kebijakan tersebut karena sanksi dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun Riyadh berusaha untuk membuat larangan resmi pada pekan ini.

Sementara itu, saat ini Ankara tengah mempertimbangkan pengaduan sengketa resmi ke WTO dan mencari kompensasi jika larangan terus berlanjut.

Boikot yang dilakukan oleh Arab Saudi menyusul hubungan tegang antara Turki dan beberapa negara Teluk dalam beberapa tahun terakhir karena perbedaan kebijakan luar negeri.

Perselisihan terbesar antara Turki dan Arab Saudi muncul di tengah kasus pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Arab Saudi telah menyangkal bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, sementara Turki memberikan bukti bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pihak pertama yang melaporkan pembunuhan Khashoggi dan sejak saat itu terus menekan Riyadh untuk meminta informasi tentang keberadaan tubuhnya yang terpotong-potong, yang masih hilang.

CIA sendiri telah menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut diperintahkan oleh MbS. Alhasil, hubungan Ankara dan Riyadh pun retak.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya