Berita

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Angela Merkel Soroti Buruknya Perlakuan China Pada Minoritas, Janji Untuk Bahas Dengan Xi Jinping

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 13:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kanselir Jerman Angela Merkel menyoroti buruknya perlakuan pemerintahan China terhadap para minoritas dan Hong Kong.

Berbicara di Bundestag pada Rabu (30/9), Merkel menuding China telah berlaku buruk dan kejam terhadap minoritas dan mereka yang mengungkapkan pendapatnya.

Ia juga berjanji untuk mengemukakan menindaklanjuti kekhawatiran Jerman terhadap hak asasi di Hong Kong dalam setiap dialog dengan Beijing. Di mana saat ini pemerintahan Presiden Xi Jinping telah memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong yang dianggap telah menhentikan perbedaan pendapat.


"Tentu saja kami harus mengemukakan pendapat yang berbeda dalam pembicaraan," kata Merkel, seperti dimuat Arab News.

“Itulah mengapa kami telah menunjukkan keprihatinan kami yang mendalam tentang pembangunan prinsip 'satu negara, dua sistem' di Hong Kong, tetapi berulang kali dirusak. Kami akan mengungkitnya, serta perlakuan buruk dan kejam sebagai bagian dari hak-hak minoritas di China," sambungnya.

Merkel sendiri tidak menyebutkan minoritas tersebut siapa. Namun selama ini China dituding telah melakukan pelanggaran HAM terhadap minoritas muslim Uighur di Xinjiang.

Menurut sejumlah kelompok HAM, lebih dari satu juta etnis Uighur dan minoritas lainnya telah digiring ke kamp-kamp untuk menjalani indoktrinasi politik.

China sendiri menolak klaim tersebut dan menegaskan kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan yang bertujuan memberikan pendidikan untuk mengurangi daya tarik radikalisme Islam.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya