Berita

Sebanyak 7,6 juta keluarga di Filipina terancam kelaparan/Net

Dunia

Miris, 30 Persen Penduduk Filipina Terancam Kelaparan

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 12:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 30,7 persen penduduk Filipina atau 7,6 juta keluarga akan kelaparan pada kuartal terakhir tahun ini karena tidak memiliki cukup makanan.

Laporan dari Social Weather Stations (SWS) pada Minggu (27/9) menunjukkan angka-angka miris tersebut. Di mana situasi tersebut disebabkan oleh tujuh bulan karantina untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dimuat The Straits Times, sekitar satu dari tiga penduduk dewasa di Filipina mengalami kelaparan setidaknya sekali dalam tiga bulan terakhir.


Survei yang dilakukan pada 17 hingga 20 September menunjukkan angka yang lebih buruk dari survei pada Juli. Di mana survei yang sama pada Juli memperlihatkan, angka kelaparan di Filipina mencapai 20,9 persen atau sekitar 5,2 juta keluarga.

Survei sendiri dilakukan melalui telepon seluler. Di sana terlihat angka kelaparan meningkat sejak Mei 2020 karena tindakan karantina yang ketat diberlakukan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah rekor kejadian kelaparan parah 8,7 persen pada September 2020, yang berarti bahwa sembilan dari setiap 100 orang Filipina menjadi kelaparan "sering" atau "selalu" dalam tiga bulan terakhir, melonjak melampaui puncak sebelumnya sebesar 6 persen pada Maret 2001.

"7,7 juta keluarga Filipina tidur dengan perut kosong. Pemerintah harus segera menangani hal ini sebelum berubah menjadi krisis besar-besaran," ujar Pemimpin Minoritas Senat Franklin M. Drilon.

Situasi tersebut dikatakan sangat miris karena Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) dilaporkan masih memiliki 10 miliar peso yang dapat membantu 4 juta orang miskin di bawah program ameliorasi sosial (SAP). Namun hingga saat ini, bantuan belum didistribusikan.

Selama pembahasan anggaran DSWD, Sekretaris Kesejahteraan Sosial Rolando Bautista membuat pengakuan yang menakjubkan bahwa badan tersebut telah gagal mendistribusikan seluruh jumlah yang telah dialokasikan Kongres untuk tahap kedua SAP sebagaimana diamanatkan di bawah undang-undang.

Sekitar 18 juta keluarga miskin Filipina menerima bantuan sebesar 5.000 hingga 8.000 peso masing-masing di bawah tahap pertama yang jumlahnya mendekati 100 miliar peso. Tetapi jumlah penerima untuk tahap kedua adalah berkurang menjadi 14 juta keluarga.

Bautista menyebut pemangkasan itu dilakukan menghindari duplikasi dan pemborosan.

Sekretaris Keuangan Carlos Dominguez III menyatakan keterkejutannya atas jumlah 10 miliar peso yang tidak terpakai dan berjanji untuk membawanya ke Komite Koordinasi Anggaran Pembangunan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya