Berita

Pertempuran di Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Konflik Nagorno-Karabakh Makin Sengit, Israel Kirim Senjata Ke Azerbaijan

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 08:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel ikut andil dalam pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Pasalnya, menurut intelijen, Israel telah mengirim senjata ke Azerbaijan.

Di tengah pertempuran yang semakin sengit, kehadiran pihak-pihak asing semakin membuat kompleks konflik Nagorno-Karabakh.

Sumber intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan, Israel telah mengirim pesawat dengan penuh senjata ke Azerbaijan selama akhir pekan.


"Israel memasok senjata ke (Azerbaijan), dua penerbangan kargo dari Israel telah mendarat di Baku," ujar sumber tersebut seperti dimuat Al Arabiya, Rabu (30/9).

Israel dan Azarbaijan memiliki perdagangan besar untuk minyak dan senjata. Israel merupakan salah satu penyedia utama senjata ke Azerbaijan, meskipun Armenia secara resmi membuka kedutaan besarnya di Tel Aviv.

Ditanya tentang campur tangan Turki, sumber itu mengatakan Azerbaijan akan memiliki kekuatan militer di atas angin, kecuali Rusia melakukan sesuatu untuk Armenia.

"Pesawat tak berawak Turki itu tidak bisa dihentikan," tambah sumber itu.

Sementara itu, Penasihat Kebijakan Luar Negeri Presiden Azerbaijan Hikmet Hajiyev mengatakan kepada Axios bahwa kerjasama pertahanan Baku dengan Israel bukanlah rahasia.

Hajiyev juga dilaporkan mengatakan bahwa Azerbaijan menggunakan "drone kamikaze" Israel dalam pertempuran Nagorno-Karabakh.

"Jika Armenia takut dengan drone yang digunakan Azerbaijan, ia harus menghentikan pendudukannya," ujar pejabat Azeri.

Bentrokan hebat antara pasukan Azerbaijan dan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh kembali meletus pada Minggu pagi (27/9) dan berlanjut selama empat hari berturut-turut.

Baik Baku maupun Yerevan saling menyalahkan atas banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Kedua belah pihak saling menuduh menggunakan pejuang asing dan tentara bayaran. Turki, yang secara terbuka berbicara mendukung Azerbaijan dilaporkan telah mengirim pejuang dari Suriah ke Baku.

Rusia, yang memiliki pangkalan militer di Armenia, dituduh mengirim pejuang untuk membantu menopang pasukan Armenia.

Namun, Turki dan Rusia telah membantah ikut campur.

Pada Rabu malam, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata segera selama panggilan telepon keduanya.

Macron juga mengutuk komentar terbaru Turki yang dia anggap sembrono dan berbahaya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya