Berita

Lokasi acara denat presiden AS 2020/Net

Dunia

Menuju Debat Presiden 2020, Paling Beda Dalam Sejarah Amerika

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 06:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hanya beberapa jam lagi,  Presiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden akan berhadapan dalam debat presiden pertama tahun 2020 di Cleveland, pada Selasa malam waktu New York, atau Rabu (30/9) pagi waktu Indonesia.

Debat kepresidenan pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic ini terjadi setelah laporan mengejutkan dari The New York Times tentang catatan pajak Trump selama dua dekade. Sejauh ini, dalam jajak pendapat yang dilakukan Washington Post, Biden unggul 10 poin di antara pemilih terdaftar dan calon pemilih.

Kedua kandidat akan bertemu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kedua kandidat tidak akan bersalaman dan tidak ada pelukan, seperti kebiasaan di puncak acara tersebut. Jumlah penonton juga akan dibatasi dan setiap orang yang menghadiri debat harus menjalani tes Covid-19 dan mengikuti protokol kesehatan.
Tak akan ada kerumunan apalagi arak-arakan. Setiap penonton wajib menggunakan masker. Hanya peserta debat, yakni Presiden Donald Trump dan Capres Demokrat Joe Biden tidak perlu memakai masker sendiri.

Tak akan ada kerumunan apalagi arak-arakan. Setiap penonton wajib menggunakan masker. Hanya peserta debat, yakni Presiden Donald Trump dan Capres Demokrat Joe Biden tidak perlu memakai masker sendiri.

Debat kepresidenan biasanya merupakan malam-malam paling menarik di musim kampanye, menarik kerumunan ribuan staf, media, dan tamu. Tapi tahun ini, seperti hampir semua hal lainnya, segalanya sangat berbeda, dengan daftar panjang tindakan pencegahan virus corona yang sudah disiapkan.

Alih-alih pengaturan auditorium yang biasa, debat ini diselenggarakan oleh Klinik Cleveland dan Universitas Case Western Reserve di atrium seluas 27.000 kaki persegi (2.500 meter persegi) di Paviliun Sheila dan Eric Samson di Kampus Pendidikan Kesehatan.

Atrium, dengan atap skylighted, telah diubah menjadi ruang debat darurat dengan panggung dan karpet merah. Sementara kursi-kursi telah diberi jarak dan beberapa kursi diberi tanda  'Terima kasih karena tidak duduk di sini untuk menjaga jarak sosial', membuat ruangan itu hanya akan diisi oleh sekitar 100 orang saja.

"Setiap kandidat diberi 20 tiket untuk dibagikan kepada para tamu," kata kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, seperti dikutip dari AFP, Selasa (29/9).

Acara debat biasanya menarik beberapa ribu orang, termasuk tamu, sponsor, donor, dan media nasional dan internasional, seperti layaknya sebuah suasana festival. Biasanya ada pusat arsip atau stand-stand media besar dan tenda makanan, bahkan bahkan taman bir. Dan setelah acara debat, pendukung dari masing-masing kandidat biasanya masuk ke pusat pers, menyelesaikan apa yang baru saja mereka saksikan.

Saat ini, ada pusat pengarsipan media di Cleveland di sebuah ballroom dekat tempat tersebut, tetapi suasananya terasa jauh dari hiruk pikuk pada Selasa sore (waktu New York) dengan sedikit wartawan berada di tempat itu. Dan hanya mereka yang mengenakan gelang abu-abu yang menunjukkan bahwa mereka dinyatakan negatif virus yang diizinkan masuk.

Di luar, tidak ada demonstrasi besar-besaran, hanya petugas keamanan yang memblokir jalan-jalan di sekitar gedung sebelum kedatangan para kandidat dengan helikopter berdengung di atas kepala.

Seorang pria terlihat mengemudi di sekitar tempat acara dengan truk pickup yang memiliki model papier-mache kepala Trump di dalam kotak, bersama dengan bendera pro-Biden dan tanda bertuliskan, '203.000 MATI' akibat Covid-19 dan 'Trump mengecewakan kami'.

Moderator debat, Chris Wallace dari "Fox News Sunday," telaj memilih enam topik untuk acara debat ini dengan setiap segmen diharapkan berdurasi sekitar 15 menit, antara lain: catatan Trump dan Biden, Mahkamah Agung, Covid-19, ekonomi, ras dan kekerasan di kota-kota AS , dan integritas pemilu. Topik yang terakhir muncul dipicu oleh pernyataan Trump yang tidak akan berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya