Berita

Militer yang terlibat konflik di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh/Kementerian Pertahanan Azerbaijan Via AFP

Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 00:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia gusar dengan konflik yang terjadi di enklave atau wilayah kantung Armenia di Azerbaijan, Nagorno-Karabakh yang semakin memanas.

Pasalnya, konflik yang terjadi sejak awal akhir pekan kemarin telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya luka-luka.

Pada Selasa (29/9), pertumpahan darah di wilayah tersebut belum juga padam. Melihat situasi tersebut, Rusia tidak tinggal diam.


Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa (29/9) mengatakan bahwa Rusia mendesak Turki untuk berupaya mengakhiri bentrokan mematikan di wilayah Nagorno-Karabakh.

"Kami menyerukan semua pihak, terutama negara mitra seperti Turki untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk gencatan senjata dan kembali ke penyelesaian damai konflik ini dengan menggunakan cara politik dan diplomatik," kata Peskov.

"Setiap pernyataan tentang semacam dukungan dan aktivitas militer tidak diragukan lagi menambah bahan bakar ke dalam api. Kami secara tegas menentang ini," tegasnya, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Desakan ini dikeluarkan Rusia bukan tanpa alasan. Pasalnya, Turki telah memberikan dukungannya di belakang Azerbaijan, termasuk dalam konflik kali ini.

Desakan ini dikeluarkan Rusia selang sehari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  menuntut Armenia mengakhiri "pendudukan" di Nagorno-Karabakh dan menyerukannya untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya