Berita

Dukun Peru memegang foto calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan Presiden AS Donald Trump saat melakukan ritual meramal hasil pemilihan presiden/Net

Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 16:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemandangan unik terlihat jelang beberapa minggu menuju pemilihan presiden Amerika. Sejumlah dukun Peru melakukan ritual leluhur, dengan asap dupa, bunga, dan foto Donald Trump dan Joe Biden, sambil berteriak "Pachamama" yang artinya Ibu Bumi.

Para dukun yang mengenakan pakaian warna-warni itu menyanyikan dan meniup instrumen cangkang Andes tradisional. Mereka berdoa agar pemungutan suara di AS berlangsung dengan damai, tanpa serangan atau sihir apa pun di antara para pesaingnya.

Ana María Simeón, sang guru dukun, yang selama ritual berada di ruangan remang-remang di sebuah bangunan tua di pusat kota Lima, mengaku kalau ia mendukung Biden. Dia mengungkapkan, Biden telah mengalami serangan magis.


"Itulah sebabnya kami membersihkannya. Kami melihat mereka menyerang Biden dengan sihir, dengan boneka hitam, dengan boneka voodoo," ungkap Ana, seperti dilansir Reuters.

Foto Biden pun diberi ramuan dari tanaman obat dan buah-buahan. Selama ritual, Ana bersama dukun lainnya mengenakan jubah Andes.

Tidak semua dukun mendukung Biden. Pablo Torres, salah satu dukun utama di Peru,  mengungkapkan bahwa dia menyatakan dukungannya pada Trump. Torres mengatakan, dia akan turut membantu Trump untuk bisa memenangkan pemilihan umum AS dengan kemampuan yang dia miliki.

"Trump pantas menang kembali. Energi yang bagus untuk Tuan Donald Trump.  Dia butuh energi yang bagus, kami adalah pendukung pria itu. Dia akan menang; dia adalah seorang pemenang," kata Pablo.

Dua kandidat presiden akan bertemu malam ini di Cleveland untuk debat presiden babak pertama.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya