Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 15:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Semua ekspatriat yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum Kuwait akan segera diberhentikan sejalan dengan rencana negara untuk mengurangi jumlah pekerja asing.

Menteri Pekerjaan Umum Rana Al-Fares berencana menandatangani surat penghentian untuk 400 karyawan ekspatriat yang bekerja di berbagai departemen di kementerian. Baik yang memegang posisi administratif, hukum, atau dan teknis.

Berita itu muncul beberapa minggu setelah menteri memecat 150 karyawan kementerian ekspatriat, menurut laporan sumber, seperti dikutip dari The Moscow Time, Selasa (29/9).


Selama ini, karyawan ekspatriat menyumbang 5 persen dari total staf kementerian, kata sumber itu.

"Rencana awal adalah memberhentikan karyawan ekspatriat secara bertahap, dan gelombang berikutnya diharapkan terjadi pada akhir tahun," kata sumber kepada harian berbahasa Arab Al Rai.

“Namun, Menteri memutuskan untuk tidak menunggu dan mengakhiri kontrak karyawan ekspatriat dengan segera.

"Ini memungkinkan tenaga kerja nasional memikul tanggung jawab penuh di tahun-tahun mendatang," tambah sumber itu.

Kuwait saat ini sedang dalam proses menyelesaikan undang-undang yang akan mengatur jumlah ekspatriat yang diizinkan untuk bekerja dan tinggal di negara tersebut.

Anggota parlemen pun telah dipanggil untuk mengganti semua pekerjaan ekspatriat di pemerintahan dalam satu tahun.

Pada bulan Juni, negara itu mengumumkan akan melarang pekerjaan ekspatriat di Kuwait Petroleum Corporation (KPC) milik negara dan anak perusahaannya untuk tahun 2020-21.

Pemerintah Kota Kuwait juga mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka akan segera memecat semua karyawan ekspatriat dan menggantinya dengan karyawan lokal.

Keputusan itu juga menyerukan pembekuan lamaran kerja dari ekspatriat, membatalkan janji temu yang sedang diproses dan tidak memperbarui kontrak karyawan yang ada.

Rencana menghapus tenaga ekspatriat ini telah dimatangkan sejak awal tahun ini

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya