Berita

Ibu hamil/Net

Dunia

Bukan Hanya Indonesia, Angka Kehamilan Di Filipina Juga Naik Di Tengah Pandemi Covid-19

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 12:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selama aturan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, angka kehamilan di sejumlah daerah di Indonesia naik secara signifikan.

Namun hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia karena Filipina juga mengalami hal yang sama.

Dana Penduduk PBB menyebut terjadi lonjakan kehamilan yang tidak diinginkan di Filipina. Bahkan lonjakan tersebut dapat mencapai hampir 50 persen jika pembatasan sosial tetap dilakukan hingga akhir tahun.


Kendati begitu, sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Kependudukan Universitas Filipina mengungkap, angka kematian ibu juga meningkat menjadi 60 setiap bulannya. Mengingat karantina membuat lebih dari dua juta wanita sulit mengakses kebutuhan keluarga berencana.

"Angka-angka ini sendiri merupakan epidemi," ujar petugas program gender PBB di Filipina, Aimee Santos dalam sidang Senat pada Selasa (29/9), seperti dikutip The Straits Times.

Sementara itu, kepala komite kamar wanita, Senator Risa Hontiveros mengatakan, wanita dan anak-anak harus diikutsertakan dalam gugus tugas negara melawan wabah Covid-19 jika melihat kerentanan mereka.

"Masalah wanita dan anak-anak ini sebagian besar tetap tidak terlihat selama pandemi. Sudah waktunya untuk menempatkan mereka di depan dan tengah," paparnya.

Filipina yang memiliki populasi tertinggi kedua di Asia Tenggara sudah melaporkan lebih dari 307 ribu kasus Covid-19, terburuk di kawasan.

Meski begitu, kasus harian Covid-19 di Filipina dilaporkan mulai melandai dan aturan pembatasan sosial di ibukota Manila tetap diberlakukan hingga Oktober.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya