Berita

Senapan Serbu SIG716 Gen2/Net

Dunia

Demi Perkuat Garis Depan India Beli 72 Ribu Senapan Serbu Dari AS

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 11:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Demi meningkatkan pertahanan di garis depan, India akan membeli senapan serbu (assault rifle) jenis SIG716 dari AS. Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang telah disetujui otoritas pertahanan adalah sebanyak 72 ribu lengkap beserta dengan sejumlah aksesoris dan komponen pendukungnya.

"Untuk melengkapi pasukan garis depan Angkatan Darat, Dewan Akuisisi Pertahanan juga menyetujui senapan serbu SIG SAUER dengan biaya sekitar 107 juta dolar AS," terang Kementerian Pertahanan India, dikutip dari Sputnik.

Senapan serbu SIG716 merupakan jenis baru yang menggabungkan struktur senapan serbu SIG516 dengan peluru kaliber 7.62mm. SIG716 memiliki keunggulan lebih dengan laras 16 inci, handguard M-LOK, dan stok teleskop 6 posisi.


Pengadaan senapan serbu SIG716 baru merupakan bagian dari rencana yang disusun Angkatan Darat India sejak Oktober 2017 silam. Termasuk memperoleh 700.000 unit senapan serbu, 44.000 senapan mesin ringan, dan hampir 44.600 karabin.

Senapan serbu ini akan dipasok selama 1 tahun untuk memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Darat India.

Awal tahun ini, Angkatan Darat India juga telah mendatangkan puluhan ribu unit senapan serbu SIG716 pada pembelian gelombang pertama.

Senapan yang diproduksi di fasilitas SIG SAUER di New Hampshire ini merupakan pengganti dari senapan serbu INSAS yang dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan negara, Ordnance Factor Board (OFB).

Setelah kontrak ini selesai, kerjasama berikutnya adalah pembelian ribuan senapan serbu AK-203 Indo-Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya