Berita

Ratas Presiden Jokowi bersama Menteri dan Kepala Badan/Repro

Politik

Di Ratas Bersama Jokowi, Suharso Monoarfa Sampaikan Indonesia Perlu Tes Covid-19 Massal Secara Cepat

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 01:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia hingga tanggal 27 September 2020, rata-rata mencapai 22,46 persen sedikit lebih rendah dibandingkan kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen.

Merespons dinamika itu, Presiden Joko Widodo menyerukan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat agar kasus aktif di Indonesia dapat terus menurun.

Dalam Rapat Terbatas Persiapan Pelaksanaan Vaksin Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang berlangsung via video konferensi pada hari Senin, (28/9), yang juga diikuti oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali mengenai intervensi berbasis lokal dan rencana vaksinasi.


“Rencana suntikan vaksin itu direncanakan detail se awal mungkin, saya minta selama dua minggu ini ada perencanaan yang detail, kapan dimulai, lokasi dimana, siapa yang melakukan, siapa yang di vaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik,” ungkap Presiden.

Dalam Ratas ini, Menteri PPN memberikan sejumlah catatan yakni menindaklanjuti pidato Presiden saat Sidang Umum PBB, bahwa ketersediaan vaksin Covid-19 akan menjadi game changer dalam perang global dalam melawan pandemi Covid-19.

“Perlunya pertimbangan transmisi virus yang cepat, diperlukan kecepatan untuk melakukan tes massal karena mengingat positivity rate di Indonesia masih sangat tinggi,” ujar Menteri Suharso usai mengikuti Ratas.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bappenas, saat ini positivity rate nasional sebesar 18 persen, sedangkan standar positivity rate dari WHO yakni dibawah 5 persen. Angka ini masih jauh dari standar yang dikeluarkan oleh WHO.

“Jumlah kasus semakin banyak, seiring dengan jumlah tes yang semakin banyak. Artinya jumlah tes harus lebih banyak lagi, karena ada kemungkinan kasus Covid-19 yang banyak belum teridentifikasi,” ucap Menteri.

Mengenai perkembangan program PEN, Menteri Suharso melihat realisasi untuk sektor kesehatan baru mencapai 23,7 persen. Untuk itu perlu didorong kembali realisasi sektor kesehatan, terutama untuk peningkatan kapasitas testing.

Menteri Suharso juga menyampaikan sejumlah rekomendasi serta tindakan yang perlu dilakukan untuk upaya penyelamatan. Pemerintah perlu melakukan tindakan yang extraordinary.

“Pemerintah perlu melakukan tindakan yang extraordinary seperti mengerahkan upaya karantina kasus positif dan pengujian (testing) Covid-19 secara masif, melaksanakan penegakan hukum secara intensif untuk protokol kesehatan masyarakat, mengambil langkah-langkah untuk peningkatan permintaan domestik secara efektif, serta melakukan kerjasama dengan negara lain dalam mengembangkan pengobatan dan vaksin,” imbuh Menteri.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya