Berita

Kanselir Jerman Angela Merkel/Net

Dunia

Kanselir Merkel Kunjungi Pemimpin Oposisi Navalny Di Rumah Sakit

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 15:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kanselir Jerman Angela Merkel mengunjungi politisi oposisi Rusia Alexei Navalny ketika dia menjalani perawatan di rumah sakit Berlin karena keracunan. Media Der Spiegel melaporkan, menggarisbawahi betapa serius Merkel menangani kasus ini.

Der Spiegel menuliskan, Merkel pergi menemui Navalny di rumah sakit Charite, di  mana ia dirawat selama 32 hari, setelah diterbangkan dari Rusia ke Berlin bulan lalu setelah jatuh sakit dalam penerbangan domestik, seperti dikutip dari Tass, Senin (28/9).

Juru bicara Merkel menolak mengomentari laporan tersebut.


Pemerintah Jerman mengatakan penyelidikan dan tes yang dilakukan di Jerman, Prancis, dan Swedia, telah menegaskan bahwa Navalny diracuni dengan agen saraf Novichok.

Moskow, bagaimanapun, membantah terlibat dalam insiden itu dan mengatakan belum melihat bukti kejahatan.

Navalny dilarikan ke rumah sakit setempat di Kota Omsk di Siberia pada 20 Agustus setelah pingsan dalam penerbangan menuju Moskow dari Tomsk. Dia mengalami koma dan menggunakan ventilator di unit perawatan intensif. Pada 22 Agustus, dia diterbangkan ke Berlin dan dirawat di rumah sakit Charite.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Rusia siap untuk kerja sama secara komprehensif dengan Jerman. Dia menunjukkan bahwa tidak ada zat beracun yang terdeteksi di sistem Navalny sebelum dipindahkan ke Berlin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman belum memberikan bukti apa pun kepada duta besar Rusia versi insiden tersebut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya