Berita

Perbatasan India dan Pakistan di Kashmir/Net

Dunia

Perbatasan Kashmir Memanas, India Tembak Tentara Pakistan Hingga Tewas

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 13:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perselisihan antara Pakistan dan India di wilayah Kashmir kembali memanas di tengah seruan Islamabad di Sidang Umum PBB beberapa hari lalu.

Militer Pakistan pada Minggu (27/9) melaporkan, pasukan India telah melepaskan tembakan melintasi perbatasan Kashmir yang disengketakan hingga menewaskan satu tentaranya.

Dalam sebuah pernyataan, disebutkan pasukan Pakistan menanggapi dengan menargetkan pos-pos India di mana tembakan itu berasal. Serangan tersebut diklaim telah menyebabkan "kerusakan besar" di pihak India tetapi tidak memberikan rincian.


Dimuat AP, tentara India mengatakan tembakan tersebut merupakan tanggapan yang tepat atas penembakan yang dilakukan oleh Pakistan di sepanjang Garis Kontrol pada Sabtu (26/9) di distrik Rajouri selatan. Mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau korban.

India dan Pakistan secara rutin menuduh satu sama lain atas serangan yang tidak beralasan di sepanjang perbatasan Kashmir yang tegang yang melanggar perjanjian gencatan senjata 2003.

Pakistan mengatakan India telah melanggar gencatan senjata lebih dari 2.000 kali untuk tahun ini saja.

Sejak merdeka dari penjajahan Inggris pada 1947, Pakistan dan India sudah dua kali berperang memperebutkan Kashmir.

Ketegangan meningkat pada Februari 2019, ketika bom bunuh diri menewaskan 40 tentara India di bagian Kashmir yang dikuasai India, dan India membalas dengan serangan udara di dalam wilayah Pakistan.

Pakistan menembak jatuh salah satu pesawat tempur di Kashmir dan menangkap seorang pilot yang segera dibebaskan. India mengatakan serangan itu menargetkan militan yang berbasis di Pakistan yang bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri

Hubungan semakin tegang sejak Agustus tahun lalu, ketika India mencabut status semi-otonom wilayah mayoritas Muslim yang telah berusia puluhan tahun itu, memicu kemarahan di kedua sisi perbatasan. Sejak itu, pasukan sering saling tembak, menyebabkan puluhan warga sipil dan tentara tewas di kedua sisi.

Di Sidang Umum PBB, baik Pakistan dan India juga saling melontarkan pernyataan tajam terkait dengan Kashmir.

Dalam pidato virtualnya pada Jumat (25/9), Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyampaikan bahwa Jammu dan Kashmir tidak pernah menjadi bagian dari India.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya