Berita

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas/Net

Dunia

Palestina Bersatu, Hamas Puji Pidato Presiden Mahmoud Abbas Di PBB

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 09:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Persatuan antara kelompok-kelompok yang bertikai di Palestina mulai terbentuk. Meski memiliki perbedaan pendapat, baik Hamas dan Fatah kompak melawan Israel.

Perdamaian di antara mereka terjadi setelah Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain melakukan normalisasi dengan Israel, masing-masing pada 13 Agustus dan 11 September.

Kekompakan Palestina terlihat dari pujian Kepala Hamas, Ismail Haniyeh atas pidato yang disampaikan oleh presiden Mahmoud Abbas di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/9).


Dimuat Anadolu Agency, melalui panggilan telepon, Haniyeh mengatakan pidato Abbas pada Jumat (25/9) mencerminkan momen bersejarah yang dilalui oleh Palestina.

Membalas Haniyeh, Abbas menekankan dukungannya terhadap upaya yang bertujuan untuk mempromosikan dialog antara Fatah, Hamas, dan faksi lain, salah satunya menggelar pemilihan.

"(Hamas) mendukung dialog untuk membangun front nasional untuk melawan konspirasi terhadap rakyat (Palestina)," ujar Haniyeh.

Dalam pidatonya, Abas mengakui adanya kelelahan dunia internasional untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Namun ia menegaskan telah menolak proposal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang hanya menguntungkan Israel. Alih-alih, ia meminta proses perdamaian yang sepakati kedua belah pihak.

"Tidak akan ada perdamaian, keamanan, stabilitas, hidup berdampingan di wilayah kami tanpa mengakhiri pendudukan. Kami tidak akan menyerah. Kami tidak akan berkompromi. Dan kami akan menang," tekan Abbas.

"Kami tidak akan tunduk atau mengabaikan hak kami meskipun ada blokade tidak adil yang menargetkan keputusan nasional kami," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya