Berita

Dutabesar Malaysia untuk China, Raja Nushirwan Zainal Abidin/Net

Dunia

Enggan Patuhi Sanksi AS Atas China, Dubes Zainal Abidin: Malaysia Bukan Pion!

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 07:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia bukanlah pion dalam persaingan antara China dan Amerika Serikat (AS). Untuk itu, Malaysia tidak akan memihak dan mematuhi sanksi yang dijatuhkan AS terhadap 24 perusahaan China.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Dutabesar Malaysia untuk China, Raja Nushirwan Zainal Abidin saat menanggapi sanksi yang diberikan oleh Washington terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam militerisasi Laut China Selatan.

"Kami tentu memiliki kekuatan untuk memutuskan sendiri dan inilah yang telah kami lakukan," ujar Abidin saat diwawancara dengan Global Times yang dikutip dari The Straits Times, Sabtu (26/9).


Zainal Abidin menegaskan, sejak Malaysia merdeka pada 1957, kebijakan luar negeri yang dianut adalah menjalin hubungan baik dengan semua negara. Hal tersebut, ia katakan, akan terus dipertahankan, termasuk di tengah rivalitas China dan AS di Laut China Selatan.

Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi bahwa Malaysia tidak mengakui sanksi sepihak yang dilakukan oleh negara mana pun.

"Kami hanya mengakui sanksi yang telah disahkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), satu-satunya badan yang memiliki kekuatan sah untuk menjatuhkan sanksi kepada negara lain," sambungnya.

Terkait dengan penyelesaikan sengketa Laut China Selatan dengan China, Zainal Abidin mengatakan pihaknya menegakkan prinsip saling menghormati dan kesadaran bersama.

"Masalah ini harus diselesaikan melalui jalur diplomatik," ujarnya.

"Hubungan kami (dengan China) begitu dalam dan luas sehingga Laut China Selatan hanyalah komponen yang sangat kecil dalam hubungan yang lebih luas ini," terang dubes itu.

"Jadi kami selalu mengambil pandangan yang lebih luas dalam perspektif yang lebih luas tentang masalah ini, termasuk perspektif sejarah yang lebih luas, di mana hubungan kami sudah berlangsung ribuan tahun," imbuhnya.

Menanggapi kekhawatiran bahwa sengketa Laut China Selatan akan berkembang menjadi konflik bersenjata, Zainal Abidin mendesak para pihak yang terlibat untuk bertanggung jawab dan berperilaku untuk mempromosikan perdamaian.

Pada Agustus, AS memasukan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitamnya karena dianggap berpartisipasi dalam militerisasi Laut China Selatan.

Mengutip Reuters, beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar hitam AS adalah Guangzhou Haige Communications Group, China Communications Construction Co, Beijing Huanjia Telecommunication, Changzhou Guoguang Data Communications, China Electronics Technology Group Corp, dan China Shipbuilding Group.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya