Berita

ilustrasi/Net

Dunia

Bantah Tuduhan Redaksi WSJ Soal Konflik Mediterania, Serdar Kilic: Turki Bukanlah Penyerang

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 15:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utusan Turki untuk AS Serdar Kilic membantah tuduhan dewan editorial Wall Street Journal yang mengatakan bahwa Turki dan Yunani dapat berperang karena perselisihan maritim.

Kilic mengatakan bahwa narasi artikel WSJ yang terbit pada 10 September lalu dengan judul 'Pertikaian di Mediterania', ditutupi dengan penyederhanaan yang menyiksa dan sebenarnya kenyataan di lapangan jauh lebih rumit.

"Turki bukanlah penyerang di sini, tetapi yang terus-menerus berjuang melawan mereka yang bertujuan untuk mengabaikan dan merusak hak-hak alaminya," tulis kilic dalam artikel opini di surat kabar, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (26/9).


Dia menuduh Yunani dan Siprus Yunani telah mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif, mengeluarkan izin pengeboran, berusaha merebut pendapatan atau membentuk inisiatif multilateral dengan mengabaikan Turki dan hak-hak warga Siprus Turki, dan hal itu telah menyebabkan ketegangan yang saat ini terjadi.

"Upaya untuk mengecualikan Turki, yang memiliki garis pantai terpanjang di kawasan itu, keliru dan tidak dapat diterima," kata Kilic dan dia berjanji Turki akan dengan tegas membela hak kedaulatannya yang sah di wilayah tersebut.

Dalam tulisannya, dewan redaksi WSJ mengatakan konfrontasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Yunani karena klaim maritim sesungguhnya dapat diselesaikan melalui diplomasi.

"Pertanyaannya adalah apakah Tuan Erdogan ingin bernegosiasi atau hanya menegaskan kekuasaan Turki," kata dewan tersebut.

"Konflik militer antara Yunani dan Turki tetap menjadi kemungkinan yang tidak mungkin tetapi nyata," lanjutnya.

Kilic mengatakan Turki tidak melanggar bagian orang lain dan tidak akan membiarkan siapa pun melanggar bagian wajarnya yang sah.

"Perdamaian dan stabilitas regional mengharuskan komunitas internasional (dan AS) untuk bertindak tidak memihak," katanya.

Yunani dengan didukung oleh Prancis telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki, mencoba mengurung wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Turki telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Ankara dan Republik Turki Siprus Utara juga memiliki hak di wilayah tersebut.

Untuk mengurangi ketegangan, Turki telah menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya