Berita

Walikota Bogor, Bima Arya/Rep

Kesehatan

Cerita "Alumni" Covid-19: Ujungnya Ujian Keimanan Dan Dimensi Spiritual

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 11:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Walikota Bogor, Bima Arya berbagi cerita pengalamannya saat dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab test di RS Bogor Senior pada 19 Maret 2020. Bima pada saat itu dinyatakan sebagai pasien pertama yang dinyatakan positif.

"Saya pasien 001, tidak ada tempat bertanya. Saya nanya ke sebelah saya pasien 002, staf saya yang kondisinya sama dan belum banyak 'alumni' yang bisa ngasih cerita," kata Bima dalam diskusi Smart FM bertajuk "Covid-19: Suara Penyitas", Sabtu (26/9).

Sehingga, pada saat itu, kata Bima, yang menyemangati adalah orang-orang yang sama sekali belum pernah mengalami terkena Covid-19.


"Saya tanya dokter, dok diobatin apa, dokternya cuma bilang gini, 'Pak Wali kan tahu kalau ini (Covid-19) belum ada obatnya'," tandas Bima.

Kondisi yang demikian, membuat Bima Arya sadar bahwa untuk bertahan dan berusaha agar sembuh dari virus asal Kota Wuhan, China itu hanyalah keyakinan pada diri sendiri untuk dapat sembuh.

Meskipun saat itu dia merasakan, indra perasa dan penciumanya terganggu dan mual-mual dimana gejalanya mirip demam berdarah.

"Ujung-ujungnya ini soal keimanan dan dimensi spiritual. Karena dari medis itu banyak yang ribet," ucap politisi PAN itu.

Saat isolasi, Bima lebih memilih untuk puasa dari media sosial agar tidak melihat pesan atau informasi terkait pandemi Covid-19 yang justru menambah beban pikiran.

"Hari ketiga, Pak Jokowi telepon, saya bilang, 'bapak sarankan kepada yang menjalani ujian Covid-19, ini bukan hanya sosial distancing, tapi sosial media distancing', karena itu bikin stres," ungkap Bima.

Sehingga Bima berkesimpulan kalau virus yang mulai menyerebak pada Desember 2019 itu terlebih dahulu menyerang pikiran dan perasaan baru setelahnya pernafasan.

"Kalau kita bisa memanage pikiran dan perasaan insyaAllah yang lainya bisa kita kelola," demikian Bima Arya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya