Berita

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi/Net

Dunia

PM Irak Mustafa Al-Kadhimi Siap Bangun Reaktor Nuklir Untuk Penelitian

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Pengaturan Sumber Radioaktif Irak (IRSRA) mengatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi pada Kamis (24/5) telah memerintahkan pembentukan komite yang ditugaskan untuk membangun reaktor nuklir untuk tujuan penelitian.

Berbicara kepada Kantor Berita Irak, kepala IRSRA Hussein Latif mengatakan bahwa Al-Kadhimi menyadari terhadap pentingnya isu energi atom, setelah diskusi yang diadakan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (23/9) lalu. Al-Kadhimi dijadwalkan mengunjungi Prancis bulan depan, sebagai bagian dari tur Eropa.

Latif menambahkan bahwa negaranya telah menunggu lama untuk memulihkan posisinya dalam ilmu nuklir.


"Irak menanti untuk memulihkan posisinya dalam ilmu nuklir, yang diduduki pada tahun 1970-an dan 1980-an", katanya, menyoroti resolusi baru-baru ini oleh Dewan Keamanan PBB untuk mendukung aspirasi damai Irak yang diperbarui di bidang nuklir, seperti yang dikutip dari Memo, Jumat (25/9).

"Reaktor tersebut nantinya dapat membantu produksi isotop medis dan farmasi, selain memiliki aplikasi pertanian dan industri seperti iradiasi benih, sterilisasi serangga nuklir untuk pengendalian hama, dan produksi isotop radioaktif dengan berbagai manfaat industri," jelas Latif.

Pembangkit nuklir, yang diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun untuk dibangun, juga dapat membantu mengatasi kekurangan listrik Irak, yang dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan protes massa.

Pembangkit nuklir terakhir di Irak juga dibangun dengan bantuan Prancis, namun pada tahun 1981 Israel secara kontroversial menyerang reaktor Osirak dan menuding bahwa Presiden Irak saat itu Saddam Hussein sedang berusaha untuk membuat senjata nuklir.

Serangan itu mendapat kecaman dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusi 487 yang mencatat bahwa situs tersebut telah disetujui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sementara itu Israel tetap tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan senjata nuklir di gudang senjatanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya