Berita

Danau indah ini menjadi sumber air minum yang penting bagi rakyat Kosovo dan menjadi sengketa selama bertaun-tahun dengan Serbia/Net

Dunia

Berhasil Normalisasi Serbia-Kosovo, Trump Dapat Hadiah Danau Sengketa?

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Bukan Donald Trump namanya kalau tidak tersangkut sensasi. Setelah memiliki klub golf dan hotel sendiri, kemungkinan Presiden AS itu akan segera memiliki danau yang akan dinamai dengan namanya sebagai penghormatan atas  jasanya menormalisasi Serbia-Kosovo.

Danau yang dimaksud adalah waduk Balkan. Waduk itu panjangnya sekitar 24 kilometer (15 mil) yang melintasi perbatasan bekas musuh perang Serbia dan Kosovo, yang sama-sama mengklaim kepemilikan dan memiliki nama berbeda untuk wadut tersebut.

Spanduk besar terpasang pada Kamis (24/9) di sisi wilayah Kosovo, bertuliskan 'Danau Trump'. Sementara di sisi sebelahnya dekat jembatan, bergantung papan ucapan terima kasih kepada Trump karena telah 'membawa perdamaian' menyusul perjanjian yang ditengahi AS baru-baru ini antara Kosovo dan Serbia.


Perselisihan tentang kepemilikan danau -pihak Kosovo menyebutnya 'Ujman' dan pihak Serbia menamainya 'Gazivode'- adalah salah satu dari banyak perselisihan yang masih menghantui dua negara bertetangga itu selama 20 tahun setelah mereka pecah dalam perang.

Setelah spanduk muncul, Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti menulis di Twitter bahwa dia 'menyambut' proposal untuk mengganti nama badan air itu menjadi 'Danau Trump' untuk menghormati perjanjian normalisasi ekonomi bersejarah yang ditandatangani di Gedung Putih pada awal September lalu.

Perjanjian tersebut juga termasuk tentang berbagi danau.

Menurut penasihat Trump Richard Grenell, yang memimpin pembicaraan tentang perjanjian tersebut, gagasan tentang 'Danau Trump' pada awalnya hanya sebuah lelucon.

"Ada pertarungan luar biasa tentang nama itu jadi saya dengan bercanda berkata: baik, saya akan terus menyebutnya sebagai Danau Trump," kata Grenell dalam wawancara dengan acara bincang-bincang AS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/9).

"Dan kedua pemimpin melompat dan berkata: Saya setuju dengan Lake Trump, sebut saja Lake Trump", tambahnya.

Sementara itu pemerintah Serbia belum mengomentari masalah tersebut.

Tiga perempat waduk terletak di Kosovo, sedangkan sisanya berada di Serbia.

Namun perselisihan bukan hanya sekedar pertengkaran soal nama.

Danau tersebut merupakan sumber air minum yang penting bagi lebih dari sepertiga dari 1,8 juta penduduk Kosovo, dan sumber pendingin untuk pembangkit listrik tenaga batu bara yang menghasilkan hampir semua listrik Kosovo.

Serbia, yang masih belum mengakui kemerdekaan bekas provinsinya, menganggap danau itu miliknya.

Penduduk setempat yang berada di sekitar danau, yakni bagian utara Kosovo yang sebagian besar merupakan rumah bagi etnis Serbia, mengaku tidak tahu siapa yang berada di balik inisiatif penamaan itu.

"Saya tidak tahu siapa yang memasang tanda dan spanduk," kata Srdjan Vulovic, walikota setempat, kepada AFP.

Sementara itu para penduduk memiliki pandangan yang beragam.

"Saya dapat memasang tanda di sebuah gedung yang bertuliskan gedung Dragica, tapi itu tidak akan membuatnya menjadi milik saya, atau mengubah namanya. Ada prosedur tentang bagaimana mengganti nama sebuah danau", Dragica Jeftic, seorang pensiunan dari Mitrovica mengatakan kepada AFP.

Tapi Bojan Savic, seorang mahasiswa, menganggap itu bukan ide yang buruk.

"Ini telah bergema di seluruh dunia, dan itu bagus bahwa kami mendapat dukungan Amerika," katanya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya