Berita

Situasi Beirut pasca ledakan yang pada 4 Agustus 2020/net

Dunia

Lebanon Siapkan Rp 981 Miliar Dana Kompensasi Korban Ledakan Beirut

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Lebanon merilis program kompensasi atas ribuan rumah dan bisnis yang hancur akibat ledakan besar di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu.

Pada Kamis (24/9), Presiden Michel Aoun telah menandatangani dekrit yang mengalokasikan 100 miliar pound Lebanon atau setara dengan Rp 981 miliar (Rp 9,8/pound Lebanon) untuk program tersebut.

Dimuat Associated Press, dekrit tersebut juga menugaskan tentara pemerintah kota untuk menyiapkan mekanisme distribusi dana.


Kompensasi sendiri akan diberikan kepada mereka yang rumah dan bisnisnya hancur. Di mana menurut militer, ada hampir 61 ribu rumah dan lebih dari 19 ribu bisnis yang rusak.

Ledakan yang menewaskan lebih dari 190 orang dengan 6.000 lainnya terluka pada awal bulan lalu itu telah memperparah krisis ekonomi terburuk di Lebanon sejak perang saudara 1975-1990.

Pada tanggal 9 Agustus, komunitas internasional menjanjikan bantuan darurat sekitar 300 juta dolar AS pada konferensi yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

PBB akan mengoordinasikan bantuan untuk memastikan bantuan tersebut menjangkau mereka yang membutuhkan secara langsung daripada melalui badan-badan pemerintah Lebanon, yang secara luas dituduh melakukan korupsi.

Pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat, sebuah ledakan dahsyat terjadi di pelabuhan Beirut. Guncangan akibat ledakan tersebut setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3 di permukaan tanah.

Laporan awal menunjukkan, sumber ledakan adalah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang dekat pelabuhan. Zat mudah terbakar tersebut menciptakan ledakan hebat karena panas kebakaran yang terjadi di sebuah situs dekat pelabuhan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya