Berita

Para migran dari Meksiko/Net

Dunia

Meksiko Tak Benarkan Adanya Praktik Sterilisasi Paksa Terhadap Migran Perempuan

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Meksiko menolak adanya dugaan sterilisasi paksa pada warganya yang merupakan migran perempuan di fasilitas penahanan migran di Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard pada Kamis (24/9) mengatakan, pemerintah tidak menemukan bukti adanya sterilisasi paksa.

Dimuat Reuters, Ebrard mengatakan, sebanyak 20 dari 24 perempuan Meksiko yang ditahan di pusat penahanan negara bagian Georgia dan Texas telah diwawancarai dan tidak ada satu pun dari mereka yang pernah menjalani prosedur sterilisasi paksa.


Meski begitu, ia menuturkan, penyelidikan masih berlangsung karena ada banyak perempuan yang harus diwawancarai.

Sebelumnya, pada awal September, pejabat imigrasi AS mengatakan, pengawas federal akan menyelidiki pengaduan yang dibuat oleh seorang perawat whistleblower di dasilitas penahanan imigrasi Georgia.

Perawat tersebut menyebut, tahanan telah menerima histerektomi atau operasi pengangkatan rahim dan prosedur ginekologi lainnya secara tidak benar.

Kemudian awal pekan ini, pejabat Meksiko mengatakan, setidaknya ada enam perempuan yang kemungkinan telah menjalani prosedur medis tidak tepat, termasuk histerektomi.

Ebrard pada saat itu menggambarkan potensi penyalahgunaan seperti itu sebagai "tidak dapat diterima" dan mengatakan bahwa jika prosedurnya dikonfirmasi, tindakan harus diambil, tanpa memberikan rincian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya