Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pandemik, Pekerja Taiwan Yang Dirumahkan Meningkat Melewati 17 Ribu

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jumlah pekerja yang cuti di Taiwan mengalami peningkatan selama seminggu terakhir karena dampak ekonomi dari langkah-langkah pembatasan terkait virus corona.
 
Kementerian Tenaga Kerja mengungkapkan, jumlah pekerja yang telah mencapai kesepakatan dengan majikan mereka untuk ditempatkan pada program cuti tidak dibayar berjumlah 17.009. Naik 144 dari 16.865 pada pekan lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh kementerian, mengutip CNA, Kamis (24/9).

Sementara itu, jumlah pemberi kerja yang mendapatkan program cuti tidak dibayar meningkat 53 menjadi 893 selama periode satu minggu.


Sebagian besar kenaikan selama seminggu terakhir terjadi pada industri ritel dan grosir, logistik dan  pergudangan, penginapan dan makanan dan minuman, serta sektor jasa, termasuk perusahaan konsultan pendidikan yang menawarkan pilihan studi di luar negeri secara global.

Taipei mengalami pertumbuhan terbesar dalam jumlah pemberi kerja yang menerapkan program cuti tidak dibayar selama seminggu terakhir, meningkat menjadi 251 dari 226.

Huang Wei-chen, wakil direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Ketenagakerjaan, mengaitkan pertumbuhan terbesar di Taipei dengan kontrol perbatasan yang berkelanjutan yang telah merugikan industri lokal.

Pertumbuhan jumlah perusahaan yang melaksanakan program cuti tidak dibayar naik secara signifikan melampaui kenaikan jumlah pekerja yang cuti selama seminggu terakhir.

Industri eceran dan grosir mencatat jumlah pemberi kerja tertinggi yang mendapatkan program cuti tidak dibayar adalah 307, diikuti oleh sektor manufaktur sejumlah 270 dan industri jasa penunjang sebesar 80.

Sektor manufaktur mencatat jumlah terbesar pekerja cuti, dengan 10.263 selama seminggu terakhir, di atas industri eceran dan grosir dengan 2.882 dan sektor logistik dan pergudangan dengan 1.388 orang.
 
Sebagian besar perusahaan yang melaksanakan program cuti adalah perusahaan kecil dengan tenaga kerja kurang dari 50 orang.

Program cuti tidak dibayar ini biasanya berlangsung kurang dari tiga bulan dan melibatkan karyawan yang mengambil lima hingga delapan hari cuti tidak dibayar per bulan, menurut kementerian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya