Berita

Kapal militer milik Rusia/Net

Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 17:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketenangan perairan Swedia terganggu. Kementerian Pertahanan Swedia menuding Rusia telah melanggar perairan teritorialnya pada 14 September.

Kementerian Pertahanan mengungkap, dua kapal Rusia secara ilegal berada di perairan teritorial Swedia di barat daya Gothenburg selama 11 menit.

Mengutip Gazeta.ru, Bulgarian Military melaporkan, itu bukan kali pertama Stockholm menuding Moskow melanggar perairannya.


"Karena kapal-kapal tersebut tidak memiliki izin, Kementerian Pertahanan menganggap ini sebagai pelanggaran terhadap akses ke perairan teritorial," ujar kementerian.

Menteri Pertahanan Swedia, Peter Hultkvist mengurai, kapal Rusia tersebut telah dihubungi melalui radio sebelum meninggalkan perairan teritorialnya.

"Ini, tentu saja, adalah kejahatan, dan ini adalah pelanggaran wilayah Swedia," ujar Hultkvist.

"Ini adalah pelanggaran. Ini tidak dapat diterima berdasarkan aturan yang ada dan oleh karena itu kami harus menanggapinya. Karena itu, perwakilan kedutaan Rusia juga dipanggil," sambungnya.

Setahun yang lalu, media lokal melaporkan, angkatan bersenjata Swedia pada 17 November mengatakan sebuah kapal Rusia memasuki wilayah Swedia di barat kota Gothenburg tanpa izin dari otoritas negara.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Swedia, Philip Simon, menolak menjawab pertanyaan klarifikasi dari publikasi tersebut,

"Kami sudah memasukkan semua informasi yang ada dalam laporan itu, yang kami serahkan ke pemerintah Swedia," ujarnya.

Banyaknya pelanggaran dari Rusia dihubungkan dengan pemindahan markas besar Angkatan Laut Swedia ke pangkalan bawah tanah di Pulau Muske, 40 km dari Stockholm.

"Pangkalan Muske unik dalam hal benteng, ini adalah area bawah tanah, sebesar kota tua di Stockholm," kata kepala departemen komunikasi Angkatan Laut, Rebecca Landberg.

Analis senior dari Swedish Institute for Defense Research, Niklas Grandzolm mengatakan keputusan untuk memindahkan markas itu mungkin karena fakta bahwa hanya Muske, menurut perhitungan, yang cukup terlindungi jika Rusia menggunakan senjata ampuh.

Pangkalan angkatan laut bawah tanah di Pulau Muske dibangun untuk Angkatan Laut Swedia pada 1950-an dan 1960-an. Itu dimaksudkan untuk pangkalan yang aman bagi kapal selam dan kapal permukaan kecil dalam perang dengan penggunaan senjata nuklir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya