Berita

Anwar Ibrahim/Net

Dunia

Pengamat: Pernyataan Anwar Ibrahim Untuk Jatuhkan PM Muhyiddin Hanya Gertak Sambal Belaka

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Klaim pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim yang memiliki dukungan mayoritas di parlemen sehingga dapat menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin hanyalah gertakan belaka.

Pasalnya, menurut Wakil Direktur Institute of Ethnic Studies (KITA), Dr Kartini Aboo Talib, masyarakat tidak bisa menerima klaim Anwar yang mendukung pembentukan pemerintahan baru.

"Menurut saya, gugatan Anwar itu hanya ucapan belaka, perlu dibuktikan, seperti menunjukkan Statutory Declaration (SD) yang ditandatangani oleh anggota parlemen yang terkena dampak atau pengumuman dari anggota parlemen yang bersangkutan,” jelasnya, seperti dikutip Bernama.


Meski begitu, ia mengatakan, pernyataan Anwar sendiri kemungkinan hanya untuk mempengaruhi pemilihan umum (pemilu) di negara bagian Sabah yang akan berlangsung pada Sabtu (26/9).

"Hubungan federal dan negara bagian berdampak besar pada pembangunan di Sabah," tambahnya.

Sejauh ini, belum ada anggota parlemen dari koalisi pemerintahan Perikatan Nasional (PN) yang telah menyatakan dukungannya kepada Anwar.

Sebelumnya, muncul rumor bahwa Anwar mendapatkan dukungan dari anggota parlemen UMNO. Presiden UMNO. Ahmad Zahid Hamidi dalam keterangannya membenarkan telah mendapat informasi bahwa banyak anggota parlemen UMNO dan Barisan Nasional (BN) yang menyatakan dukungan kepada Anwar dan bahwa ia menghormati pendirian mereka.

Namun, ahli geostrategi, Azmi Hassan mengaku meragukan hal tersebut.

Azmi mengatakan, jika anggota parlemen UMNO mendukung Anwar maka akan membuat marah akar rumput karena harus bekerja dengan DAP yang mereka anggap sebagai musuh.

"Kita harus ingat, alasan anggota parlemen UMNO mendukung Muhyiddin adalah untuk menghindari DAP di pemerintahan," ujar Azmi.

"Karena DAP sudah menyatakan dukungannya kepada Anwar, sudah pasti DAP ada di pemerintahan Anwar. Ini tentu akan menyulitkan akar rumput UMNO untuk menerima anggota parlemen UMNO yang mendukung Anwar," imbuhnya.

Selain itu, Azmi menjelaskan, keputusan akhir mengenai pemerintahan bukanlah berada di tangan Anwar, melainkan Raja, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Mengingatm hanya raja yang bisa memutuskan pergantian pemerintahan tanpa parlemen dibubarkan, atau menyerukan pemilihan umum jika parlemen dibubarkan.

“Memang benar, jabatan perdana menteri bergantung pada dukungan yang diperoleh di Parlemen. Jika (Anwar) mengaku mendapat dukungan mayoritas, berarti Muhyiddin kehilangan dukungan dari anggota parlemen," terangnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya