Berita

Pelantikan Alexander Lukashenko sebagai Presiden Belarusia/Reuters

Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 18:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Alexander Lukashenko telah dilantik dan mengucapkan sumpah menjadi Presiden Belarusia untuk masa jabatannya yang keenam.

Mengutip kantor berita resmi Belta pada Rabu (23/9), Deutsche Welle melaporkan, pelantikan berlangsung secara rahasia tanpa pengumuman.

Ratusan pejabat tinggi pemerintahan dilaporkan hadir dalam upacara yang digelar di ibukota Minsk itu.


Selama upacara, media pemerintah melaporkan bahwa Lukashenko meletakkan tangan kanannya di atas konstitusi dan bersumpah untuk melayani rakyat Republik Belarus, menghormati dan melindungi hak dan kebebasan orang dan warga negara.

Pada umumnya, upacara dipublikasikan sebagai acara kenegaraan besar. Kemenangan Lukashenko dalam pemilu pada 9 Agustus sendiri telah memicu protes selama berpekan-pekan.

"Ini bukan tindakan seseorang yang yakin akan dukungannya sendiri. Kami mengira itu adalah gladi bersih," kata koresponden DW, Nick Conolly di Minsk.

"Ada tentara di sekitar dan jalan-jalan ditutup tapi itu mengejutkan semua orang. Itu urusan sederhana, tidak seperti tontonan besar biasanya. Itu pertanda presiden merasakan tekanan," tambahnya.

"Itu pertanda kelemahan dari pemerintah yang akan memotivasi para pengunjuk rasa," imbuhnya.

Setelah upacara pelantikan yang rahasia tersebut, oposisi Belarusia menyerukan digelarnya unjuk rasa. Politisi oposisi, Pavel Latushko mengatakan, upacara tersebut seperti pertemuan rahasia "pencuri".

"Di mana warga yang gembira itu? Di mana korps diplomatik?" ujarnya dalam media sosial.

Lukashenko sendiri telah berkuasa di Belarusia selama 26 tahun. Pihak oposisi mengatakan pemilihan baru-baru ini dicurangi. Banyak komunitas internasional juga menolak klaim Lukashenko bahwa ia memenangkan pemilihan dengan 80 persen suara.

Pemimpin oposisi Belarusia, dan lawan dari pemilihan Lukashenko, Sviatlana Tsikhanouskaya, melakukan perjalanan ke Brussel pada Senin (21/9) dalam upaya untuk meyakinkan Uni Eropa agar menindaklanjuti sanksi kepada Lukashenko.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya