Berita

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 18:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin meminta rakyat untuk tenang dan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, alih-alih terpancing pada klaim Anwar Ibrahim yang menyatakan telah memiliki dukungan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Melalui pernyataan tertulisnya pada Rabu (23/9), Muhyiddin mengatakan, klaim Anwar belum memiliki bukti dan akan diproses sesuai konstitusi.

Namun, sebelum klaim pemimpin oposisi tersebut benar-benar dibuktikan, Muhyiddin menegaskan bahwa ia adalah PM Malaysia yang sah.


"Tuduhan ini sekarang perlu dibuktikan melalui proses dan metode yang ditentukan oleh Konstitusi Federal. Tanpa proses tersebut, pernyataan Anwar hanyalah tuduhan belaka," ujar Muhyiddin, seperti dikutip CNA.

"Sampai terbukti sebaliknya, pemerintahan Perikatan Nasional (PN) tetap teguh dan saya adalah PM yang sah," sambungnya.

Muhyiddin juga menyerukan agar rakyat Malaysia tetap tenang dalam menghadapi isu tersebut.

"Saya menyerukan kepada warga agar tetap tenang dalam situasi ini. Insya Allah masalah ini akan ditangani dengan baik sesuai proses hukum dan konstitusi federal," terangnya.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Istana Negara juga mendesak rakyat untuk tetap tenang, terlebih Malaysia masih dilanda pandemi Covid-19.

"Raja ingin mengambil kesempatan ini untuk mendesak semua warga Malaysia agar tetap tenang dan menjaga kesehatan mereka sambil mematuhi prosedur operasi standar kesehatan karena kita masih menghadapi bahaya Covid-19," ujar Istana.

Istana juga mendesak semua pihak yang terlibat untuk fokus memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas segalanya, khususnya selama pandemi.

Di samping itu, istana pun membenarkan bahwa Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dijadwalkan untuk bertemu dengan Anwar dan ditunda karena ia dirawat di National Heart Institute.

Sebelumnya, Anwar mengumumkan bahwa ia telah mengantongi dukungan mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu juga mengklaim pemerintahan Muhyiddin telah jatuh.

Anwar mengatakan, ia telah menghubungi Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah terkait hal tersebut pada Selasa malam (22/9).

Ia mengungkap, seharusnya ia menyerahkan daftar anggota parlemen yang mendukungnya kepada raja pada Rabu pagi. Tetapi, sang raja saat ini diketahui tengah dirawat di National Heart Institute.

Sejauh ini, Anwar enggan mengungkap daftar anggota parlemen yang mendukungnya sebelum bertemu dengan raja.

"Dengan dukungan yang jelas dan tak terbantahkan serta mayoritas di belakang saya, pemerintahan yang dipimpin oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin telah jatuh," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya