Berita

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 16:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin tampaknya masih tenang dengan klaim yang diajukan oleh mantan sekutunya, Anwar Ibrahim.

Setidaknya itu yang terlihat dalam kegiatan Muhyiddin pada Rabu (23/9) dan pernyataan menterinya.

Dari laporan Bernama, Muhyiddin masih memimpin rapat kabinet dengan biasa pada Rabu, meski berita klaim pemerintahannya telah di ujung tanduk sudah menyebar ke penjuru negeri.


Setelah rapat, Muhyiddin juga tampak biasa pergi ke kantornya untuk meluncurkan buku The Covid-19 Chronicles of Malaysia (Second Edition).

Sore hari, 14.30 waktu setempat, Muhyiddin menyampaikan pidato khusus untuk program "Kita Prihatin", terkait inisiatif pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Dalam akun Twitter-nya, Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan, klaim Anwar tidak mengubah apa pun dan semuanya normal.

"Baru saja menyelesaikan rapat kabinet. Tidak ada yang terguling atau jatuh," cuitnya.

Sebelumnya, Anwar mengumumkan bahwa ia telah mengantongi dukungan mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu juga mengklaim pemerintahan Muhyiddin telah jatuh.

"Saya telah didekati oleh sejumlah anggota parlemen dari berbagai pihak yang mengungkapkan ketidakpuasan mereka yang mendalam dengan kepemimpinan saat ini," ujar Anwar dalam konferensi pers pada Rabu.

"Mereka telah menyatakan dukungan mereka kepada saya untuk mengambil alih pemerintahan sekarang," sambungnya.

Anwar juga mengatakan, ia telah menghubungi Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah terkait hal tersebut pada Selasa malam (22/9).

Ia mengungkap, seharusnya ia menyerahkan daftar anggota parlemen yang mendukungnya kepada raja pada Rabu pagi. Tetapi, sang raja saat ini diketahui tengah dirawat di National Heart Institute.

"Dengan dukungan yang jelas dan tak terbantahkan serta mayoritas di belakang saya, pemerintahan yang dipimpin oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin telah jatuh," pungkasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya