Berita

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim dan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin "Jatuhkan" Pemerintah

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 16:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim telah mengeluarkan serangan terhadap pemerintah dengan menyatakan memiliki dukungan mayoritas parlemen untuk "menjatuhkan" Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Anwar pada Rabu (23/9) mengatakan pemerintahan Muhyiddin telah jatuh dan ia memiliki dukungan yang cukup untuk membuat pemerintahan baru.

Menanggapi pernyataan Anwar, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang juga masih mengklaim kursinya telah direbut Muhyiddin mengatakan akan mengamati langkah Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) tersebut.


Pada hari yang sama, Mahathir mengatakan, ini bukan pertama kalinya Anwar mengeluarkan klaim memiliki dukungan mayoritas parlemen. Lantaran ia juga pernah melakukan hal yang sama pada September 2008.

"Kami harus menunggu untuk melihat apakah ini adalah episode lain dari membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya,” ujar Mahathir saat berbicara dalam sebuah pertemuan virtual, seperti dikutip Malaymail.

Dalam kesempatan tersebut, Mahathir juga mengulang pernyataannya bahwa pengunduran dirinya pada 24 Februari bukanlah keputusan dia.

"Saya tidak ingin mengundurkan diri sebagai perdana menteri, tetapi ketika partai saya menarik diri dari koalisi, koalisi itu jatuh dan saya berhenti menjadi perdana menteri. Jadi hal-hal ini terjadi tanpa saya memulai apa pun sendiri," terang Mahathir.

"Sekarang saya harus menangani masalah ini, tidak menyelesaikan masa jabatan saya, tidak dapat menerapkan semua ide yang saya miliki untuk pemulihan. Itu sangat mengganggu dalam banyak hal," lanjutnya.

Padahal, Mahathir mengaku, ia berusaha untuk mengubah keadaan Malaysia yang membuat rakyat terganggu. Ia merujuk pada kasus korupsi yang menjerat para pejabat Negeri Jiran tersebut saat pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak.

'Negara kami melakukannya dengan baik tetapi menjadi prihatin dengan banyak kesalahan yang dilakukan. Koreksi akan memakan waktu lama dan Anda harus sangat berhati-hati tentang apa yang Anda lakukan untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya," kata Mahathir.

Sementara itu, Anwar sendiri sebelumnya mengatakan akan mengungkap daftar anggota parlemen yang mendukungnya kepada Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Namun, raja saat ini diketahui tengah dirawat di National Heart Institute sejak Selasa malam (22/9).

"Saya seharusnya betemu raja pada Selasa, 11 pagi, tetapi ditunda karena Yang Mulai dirawat di rumah sakit," ujar Anwar seraya menambahkan ia telah berbicara dengan raja melalui telepon pada Senin malam (21/9), seperti dikutip CNA.

"Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk menjalankan negara ini dan menyelamatkan negara," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya