Berita

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu /Net

Dunia

Akrabnya Netanyahu Dengan Putra Mahkota Bahrain Pada Panggilan Telepon Pertama Mereka

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 15:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan Bahrain dengan Israel menunjukkan tanda-tanda kemesraan. Pada Selasa (22/9), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan putra mahkota Bahrain, Salman bin Hamad Al Khalifa. Itu adalah panggilan pertama sejak kesepakatan normalisasi, di mana Yerusalem dan Manama menandatangani 'Deklarasi Perdamaian' bersejarah di Washington pekan lalu.

Selama percakapan itu, putra mahkota menggarisbawahi pentingnya mengamankan stabilitas regional dan internasional dan meningkatkan upaya untuk mendukung perdamaian di kawasan itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Pemerintah Bahrain, mengutip Time Of Israel, Rabu (23/9).

Salman mengharapkan perjanjian yang ditandatangani di Gedung Putih pada 15 September akan memperkuat keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan."


Netanyahu dan calon raja dari negara pulau kecil itu juga meninjau wilayah potensial untuk kerjasama bilateral dan perkembangan regional dan internasional.

Netanyahu kemudian merilis pernyataan yang mengatakan bahwa dia meninggalkan diskusi penting tentang perjuangan Israel melawan pandemi virus corona untuk menerima panggilan sang putra mahkota, yang dia sebut sebagai 'Kebutuhan nasional yang penting'.

"Kami melakukan percakapan luar biasa, sangat ramah," kata Netanyahu senang.

Kedua pemimpin menegaskan kembali isi dari apa yang disebut Abraham Accords yang ditandatangani kedua negara minggu lalu.

“Bagaimana kita dapat dengan cepat menambahkan konten pada perjanjian antara Bahrain dan Israel dan mengubah perdamaian ini menjadi perdamaian ekonomi, perdamaian teknologi, perdamaian turis, perdamaian di semua bidang ini,” terang Netanyahu. “Anda akan segera mendengar tentang langkah-langkah praktis.”

Salman, 50 tahun, telah menjadi putra mahkota Bahrain sejak 1999. Ia juga memegang posisi wakil komandan tertinggi, wakil perdana menteri pertama dan ketua Dewan Pengembangan Ekonomi Bahrain.

Pada 11 September, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa Bahrain mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Empat hari kemudian, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani dan Netanyahu menandatangani 'Deklarasi Damai' di mana kedua negara berkomitmen untuk membuka era persahabatan dan kerja sama dalam mengejar kawasan Timur Tengah yang stabil, aman, dan sejahtera.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya