Berita

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim/Net

Dunia

Kumpulkan Anggota Parlemen, Anwar Ibrahim Akan Bentuk Pemerintahan Baru Malaysia

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim tampaknya bersiap untuk membentuk pemerintahan baru. Ia bahkan mengaku telah mengumpulkan mayoritas parlemen.

Dalam konferensi pers pada Rabu (23/9), Anwar mengatakan, pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin saat ini telah jatuh.

Ketika diminta untuk mengungkap daftar anggota parlemen yang mendukungnya, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu mengatakan hanya akan mengungkapkannya setelah bertemu dengan raja.


Namun ia menyebut, saat ini Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah tengah dirawat di Nasional Heart Institute sejak Selasa malam (22/9).

"Saya seharusnya betemu raja pada Selasa, 11 pagi, tetapi ditunda karena Yang Mulai dirawat di rumah sakit," ujar Anwar seraya menambahkan ia telah berbicara dengan raja melalui telepon pada Senin malam (21/9), seperti dikutip CNA.

"Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk menjalankan negara ini dan menyelamatkan negara," katanya.

Anwar sebelumnya diperkirakan akan menggantikan posisi Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia, setelah Pakatan Harapan (PH) mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) pada pemilihan umum 2018.

Rencana transisi dari Mahathir ke Anwar telah menjadi sumber ketegangan politik dalam negeri malaysia.

Awalnya, Mahathir berulang kali menolak memberikan jadwal yang jelas untuk menyerahkan kendali pemerintahan kepada Anwar. Kemudian, Mahathir secara tiba-tiba mengundurkan diri pada Februari.

Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Muhyiddin lalu mengambil alih kekuasaan menjadi perdana menteri setelah mendapatkan dukungan dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan membentuk Perikatan Nasional (PN).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya