Berita

Ajang pameran alas kaki, Internasional MICAM Milano 2020/Net

Bisnis

Brand Fashion Indonesia Kembali Tampil Dalam Ajang Internasional MICAM Milano 2020 Berkat Desain Yang Berkelanjutan

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 18:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

MICAM Internasional menggandeng brand fashion dari Indonesia, Pijakbumi, untuk tampil dalam ajang pameran alas kaki, Internasional MICAM Milano 2020.

Ini berarti untuk kedua kalinya brand Indonesia itu tampil dalam ajang bergengsi Internasional tersebut. MICAM Milano 2020 berlangsung sepanjang 20-23 September 2020 di Rho Fiera, Milan, Italia.

Pijakbumi tampil di MICAM sebagai Emerging Designer atas inovasi mereka untuk desain alas kaki dan produk kulit yang eko-estetis. MICAM memilihnya karena desain karya sepatu yang orisinil namun tetap mempertahankan keberlanjutan (sustainability) untuk menjadi nilai utama.


Stan Pijakbumi berlokasi di area yang didedikasikan khusus untuk para Emerging Designers di MICAM, tepatnya di Hall 1, ED-06, bersama dengan 9 desainer internasional lainnya. 

Namun, sehubungan dengan larangan pembatasan perjalanan karena Covid-19, Pijakbumi terpaksa harus berpartisipasi dalam pameran ini secara jarak jauh dari Indonesia, difasilitasi oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma. 

“Pameran ini menjadi spesial karena ini adalah pameran dagang pertama setelah lockdown nasional di Italia. Terasa semakin spesial karena kami sangat bangga atas terpilihnya Pijakbumi sebagai Emerging Designer di MICAM dan menjadi satu-satunya partisipan dari Asia Tenggara,” ujar Narita Nurindah Hatibie, Kepala ITPC Milan.

Dalam pameran kal ini Pijakbumi meluncurkan dan menampilkan desain sepatu terbaru yang bernama ATLAS Sneakers, di mana 95 persen dari sepatu tersebut terbuat dari tumbuhan.

Sepatu ini dibuat dari serat-serat natural, dengan aksen yang terbuat dari tenun eceng gondok, dan didasari oleh alas yang terbuat dari bahan karet alami. Pendiri Pijakbumi, Rowland Asfales, menjelaskan bahwa Pijakbumi memilih bahan-bahan desain mereka secara teliti dengan tiga kriteria dasar: konsumsi air rendah, tidak membahayakan lingkungan, dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Desain alas kaki Pijakbumi menarik keingintahuan banyak pengunjung dan buyer potensial. Mereka mengapresiasi orisinalitas desain, kolaborasi dengan seniman-seniman Indonesia, namun yang terpenting adalah metode-metode inovatif yang digunakan Pijakbumi untuk berkembang lebih maju di jalur sustainability.

Untuk mendiskusikan lebih dalam tentang produk-produk alas kaki Pijakbumi, buyer prospektif diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Rowland Asfales secara langsung melalui panggilan video daring yang tersedia di stan.

“Sebagai salah satu Emerging Designers, kami mendapatkan bantuan dari MICAM dalam berjejaring dan terhubung dengan toko-toko alas kaki di Italia. Jadi, harapannya sepatu-sepatu Pijakbumi akan tersedia dan melangkah di jalanan Italia dalam waktu dekat,” terang Rowland Asfales.

MICAM Milano merupakan pameran dagang paling unggul di industri alas kaki dengan lebih dari 1.700 koleksi alas kaki terpajang di setiap edisi; perpaduan sempurna antara bisnis dan mode.

Di setiap edisi, lebih dari 1.200 perusahaan menampilkan desain terbaru mereka kepada sekitar 45.000 pengunjung yang datang dari 130 negara. Angka pencapaian ini mengukuhkan MICAM Milano sebagai pameran terunggul untuk pegiat industri alas kaki dari seluruh penjuru dunia.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya