Berita

Sandiaga Salahuddin Uno/RMOL

Bisnis

Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Dukungan kebijakan Pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi nasional khususnya Usaha Mikeo, Kecil dan Menengah dinilai Sandiaga Salahuddin Uno masih jauh dari harapan. Tim ekonomi Pemerintah gagal membangun rumusan kebijakan stimulus fiskal untuk menyelamatkan UMKM.

“Faktanya daya beli terus menurun, semoga Banpres (bantuan presiden) bisa menolong ultra Mikro.” Ujar pengusaha yang juga politisi itu dalam keterangannya, Senin (21/9).

Sandiaga melihat belakangan ini banyak small-medium enterprise (SME) dan startup di Indonesia yang menerapkan survival mode agar usahanya dapat kembali melesat ketika pandemik Covid-19 berakhir.


Sandiaga menyayangkan langkah  tersebut. Kecil peluang model bisnis survival mode akan bertahan, sebab tidak seorang pun tahu kapan krisis ini akan berakhir.

“Bahkan, apa yang kita sebut normal di masa pra-pandemi harus mengalami pendefinisian ulang,” ujar dia.

Saran Sandiaga, yang semestinya dilakukan SME dan startup adalah reinvent pengetahuan bisnis mereka untuk memunculkan model bisnis yang baru.

“Layaknya pertandingan basket, kalau jalan di kanan akan ditutup maka kita harus pintar pivot ke kiri,” tambah dia lagi.

Di masa pandemi, SME dan startup mau tidak mau harus mengedepankan aspek kesehatan dan digitalisasi dalam setiap tahapan bisnis mulai dari pemesanan, pembayaran, produksi, hingga penyediaan barang.

“Zaman sekarang data dan tren bisnis bisa kita dapatkan dengan mudah. Kita tinggal mengamati, meniru, dan memodifikasi tren yang ada sehingga kita memiliki model bisnis baru,” tegasnya.

Bisnis yang saat ini dibutuhkan masyarakat, adalah di bidang kesehatan, teleconferencing, course terbuka, biotech, legal, dan clear energy.

Sandi menegaskan, ada empat kekuatan yang bisa digaungkan dalam dunia enterprenersip yaitu, pencapaian atau target, stimulasi, arah atau tujuan, dan keamanan bisnisnya. “Bila ini semua bisa digapai maka apapun usahanya pasti akan sangat maju,” tandas dia.

Sementara itu, Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan, di era digitalisasi saat ini pengusaha muda harus bisa beradaptasi.  

"Kemitraan dengan komunitas berbasis industri kreatif ini menjadi penting terutama agar produk wirausaha bisa ikut terpasarkan dengan baik," katanya.

Kamrussamad menyebut, tantangan bisnis saat ini memang lebih berat dari biasanya. Pebisnis dituntut untuk berpikir out of the box dan memanfaatkan teknologi online agar bisnis kita tetap survive.

Manfaatkan setiap sumber daya yang ada, serta gunakan berbagai software yang bisa mendukung kelancaran bisnis selama covid-19 masih merajalela.

“Intinya adalah kita terus belajar, research agar mampu melihat tren serta meraba tren yang akan datang,” tukasnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya