Berita

Poster editan Fahri Hamzah dengan Ali Mochtar Ngabalin/Net

Publika

Wah, Ada Ngabaliniyah

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 10:36 WIB

SENYUM awalnya dan tertawa ujungnya melihat sandingan foto yang mungkin editan antara Fahri Hamzah dengan Ali Mochtar Ngabalin. Keduanya bersorban dan berkacamata. Pengedit mendekatkan penyerupaan. Foto sandingan lain adalah antara Sandiaga Uno dengan Mochtar Ngabalin juga. Titik temunya pada sorban.

Pesan atas beredarnya foto sandingan model demikian adalah sindiran bahwa Fahri dan Sandi telah atau sedang menuju pada karakter yang sama seperti Mochtar Ngabalin. Pengkritisi yang masuk istana. Dalam konteks kepengikutan kondisi ini bisa disebut Ngabaliniyah.

Publik menyayangkan ada perubahan karakter pada  kedua figur yang diharapkan memiliki integritas dan konsistensi tinggi dalam bersikap terhadap kekuasaan. Fahri Hamzah yang hebat seperti bertekuk lutut membawa partai baru Gelora mendukung putra dan mantu Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.


Sementara lompatan lain adalah Sandiaga Uno mantan Cawapres yang membuat kejutan dengan menjadi Tim Sukses Bobby Nasution sang menantu Presiden. Alasan tentu bisa dijelaskan dengan berbusa-busa. Peristiwa ini mengingatkan Prabowo yang lebih dahulu melompat ke dalam pelukan Jokowi untuk menjadi pembantu Presiden bidang Pertahanan.

Mochtar Ngabalin adalah perintis dan peletak dasar lompat-lompatan yang dinarasikan sebagai dinamika politik. Berpolitik seperti ini sebenarnya sah-sah saja. Meski publik melihat sikap Ngabalin terlalu berlebihan, paradoksal dan kontroversial. Totalitas dari loyalitasnya menempatkan dirinya sebagai maskot.

Fahri mulai mencak-mencak kepada pengkritisi yang menyebut bahwa model seperti itu adalah support kepada politik dinasti. Sandi lebih kalem dalam menanggapi. Ada juga yang berdecak kagum pada Jokowi yang mampu mempengaruhi. Entah apa yang menjadi dasar kendali dan pengaruhnya.

Tidak perlu gelisah terhadap tuduhan sebagai pendukung politik dinasti. Nanti seperti orang bodoh yang berdalih bahwa politik dinasti itu dengan penunjukan sedangkan kita berdasarkan pemilu. Saat ini bahaya politik dinasti atau nepotisme sedang mengancam negeri. Para pejabat publik sedang berlomba untuk meneruskan kekuasaannya pada adik, menantu, anak, dan istri baik di pusat maupun daerah.

Di tengah politik yang transaksional dan kapitalistik maka pengaruh jabatan dan kekayaan sangat menentukan. Cukong pun dapat digerakkan. Prinsip "primus inter pares" seolah tak berlaku. Kekuasaan menjadi kendaraan untuk adik, menantu, anak dan istri melanjutkan. Tak terkecuali besan dan paman.

Negara di bawah rezim Jokowi tidak malu malu mempraktekan nepotisme dan politik dinasti. Fahri dan Sandi sebenarnya tahu akan hal ini. Tetapi kepentingan berbicara lain lagi.

Moga segera dapat kembali ke jalan yang benar. Jangan kecewakan hati dan harapan rakyat. Ngabalin biarlah berimprovisasi sendiri. Fahri dan Sandi tidak usah mengikuti.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya