Berita

Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMAPI) Edi Mulyadi/Repro

Politik

Ingatkan Luhut, Edy Mulyadi: Please, Jangan Gampang Marah, Kalian Digaji Oleh Duit Rakyat!

SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 | 18:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan diminta tidak perlu naik pitam atas reaksi publik yang mengkritisi perannya untuk menangani pandemi Covid-19 di 9 provinsi sebagaimana diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demikian disampaikan Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMAPI) Edi Mulyadi dalam postingan Youtube di Mimbar Tube Chanel, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/9).

"Opung, saya mau kasih tau ya, kalau rakyat ngasih komentar sama pejabat publik itu ya normal sajalah," ujar Edi Mulyadi.


Dedi lantas menyinggung status Luhut yang notabene adalah penyelenggara negara dalam hal ini pembantu Presiden yang seharusnya faham hakikat seorang pejabat negara.

Menurutnya, pejabat negara itu mulai dari gaji hingga fasilitas yang digunakannya itu berasal dari uang rakyat.

"Sehebat apapun jabatannya mau Menko kek, mau tambah Maritim kek, mau tambah Investasi kek, apalagi mau sebut presiden kek, apapun lah kalau pejabat publik, ya mohon maaf namanya pelayan, pelayan apa? Abdi, abdi rakyat," kata Edi Mulyadi.

"Kenapa? yang bayarin kalian semua itu mau duitnya, gajinya, fasilitasnya, segala macamnya itu rakyat, lewat pajak, saya rakyat Indonesia salah satu dari 270 juta rakyat Indonesia yang bayarin kalian semua. Normal wajar gitu ya," sambungnya.

Dedi mencontohkan bagaimana seharusnya reaksi seorang pejabat negara yang sejatinya adalah pelayan bagi rakyatnya. Karena itu, tidak semestinya merespons kritikan publik dengan marah-marah.  

"Gini nih, Opung (Luhut) di kantor nih di Kemenko Marves ada anak buah yang menurut Opung kerjanya gak beres, gak becus, Opung marah kan, marah, normal, karena Opung adalah pimpinannya dia," jelasnya.

"Padahal kalau mau jujur, sorry banget Opung ya, anak buah di kantor itu bukan Opung yang bayar, mohon maaf ya, yang bayar negara, tetap rakyat Indonesia," imbuh dia.  

"Apalagi kami rakyat Indonesia, boleh banget mengkritisi ngasih saran komentar kepada pejabat publiknya. Buat Luhut, please jangan gampang marah bos. Sabar, sabar dikit jangan cepet marah. Wajar kalau rakyat kasih komen. Saya ingetin lagi nih mohon maaf. Gaji dan fasilitas pejabat publik itu dibayar oleh uang rakyat," kata Edi Mulyadi lagi.

Sebelumnya, Luhut bereaksi keras kepada pihak-pihak yang dipandang memberikan respons negatif terkait perannya dalam menangani pandemi Covid-19 di sembilan provinsi sebagaimana diperintahkan Presiden Jokowi.

Lagipula, kata Luhut, perannya itu sesuai fungsinya sebagai wakil ketua I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

"Jangan terlalu nyinyir kalau enggak ngerti masalah. Kalau perlu datang tanya sama kita. Kita kerja kok, kita ini punya otak, kekuatan dan tim bagus," kata Luhut saat konferensi pers pada Jumat (18/9) kemarin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya