Berita

TikTok/Net

Dunia

Resmi Dilarang, Warga Amerika Tak Akan Lagi Bisa Menginstal TikTok Dan WeChat

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 19:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan, mulai lusa atau Minggu (20/9), penggunaan aplikasi TikTok dan WeChat akan secara resmi dilarang di negara tersebut.

Melalui rilis pada Jumat (18/9), departemen mengatakan, dua aplikasi asal China itu akan dihapus dari iOS dan Google Play sehingga tidak dapat diunduh, dipasang, maupun diperbarui.

"Menanggapi perintah eksekutif Presiden (Donald) Trump yang ditandatangani pada 6 Agustus 2020, Departemen Perdagangan hari ini mengumumkan larangan transaksi terkait aplikasi WeChat dan TikTok untuk menjaga keamanan nasional Amerika Serikat," demikian bunyi rilis yang dikutip dari iMore.


Departemen mengatakan, Partai Komunis China (PKC) telah menggunakan aplikasi tersebut untuk mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS.

Sehingga keputusan tersebut ditujukan untuk melindungi para pengguna.

"Ketentuan layanan apa pun untuk mendistribusikan atau memelihara aplikasi WeChat atau tikTok, melalui toko aplikasi seluler online di AS akan dilarang," sambungnya.

Di dalam pernyataan departmen, TikTok memiliki waktu hingga 12 November untuk menyelesaikan masalah keamanan nasional yang dimaksud.

"Jika ini dilakukan, larangan tersebut dapat dicabut," sambung departemen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya