Berita

Pasien Covid-19/Net

Dunia

Infeksi Covid-19 Melonjak, Amerika Latin Masih Terlalu Dini Buka Kehidupan Normal

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 08:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Terlalu dini bagi Amerika Latin untuk membuka kehidupan normal sementara pandemi Covid-19 masih memerlukan pengendalian yang luar biasa.

Demikian peringatan yang disampaikan oleh Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk regional Amerika Latin, Carissa Etiene pada Rabu (16/9).

Berbicara dalam pengarahan virtual dari Washington dengan direktur Organisasi Kesheatan Pan Amerika (PAHO), Etienne mengungkap, infeksi virus corona baru di daerah perbatasan Kolombia dan Venezuela telah meningkat sepuluh kali lipat dalam dua pekan terakhir.


Ia mengatakan, tingkat kematian meningkat di beberapa bagian Meksiko, dan tren serupa yang terlihat di Ekuador, Kosta Rika serta Bolivia, dengan pola serupa juga muncul di daerah Argentina.

"Meskipun seluruh dunia berlomba mengembangkan alat baru untuk mencegah dan menyembuhkan Covid-19,  (namun) vaksin yang aman dan efektif yang dapat diproduksi dan dikirimkan dalam skala besar masih belum tersedia," kata Etienne, seperti dimuat Reuters

"Kita harus jelas bahwa membuka diri terlalu dini memberi virus ini lebih banyak ruang untuk menyebar dan menempatkan populasi kita pada risiko yang lebih besar. Tidak perlu mencari lebih jauh dari Eropa," katanya.

Lebih lanjut, Etienne mengatakan pemerintah harus memantau perjalanan dengan sangat hati-hati karena membuka kembali pariwisata dapat menyebabkan kemunduran dalam penanganan virus.

Misalnya di Karibia, di mana infeksi mengalami lonjakan ketika pariwisata dilanjutkan.

Menurut penghitungan Reuters, Amerika Latin telah mencatat sekitar 8,4 juta kasus virus corona, dan lebih dari 314.000 kematian, keduanya merupakan angka tertinggi di wilayah mana pun.

Peru saat ini sudah mencatatkan 738 ribu kasus Covid-19 dengan hampir 40 ribu orang meninggal dunia. Dengan angka itu, Peru menjadi negara kelima paling terinfeksi di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), India, Brasil, dan Rusia.

Pada posisi keenam ada Kolombia dengan 728 ribu kasus Covid-10 dengan 23 ribu kematian. Diikuti oleh Meksiko dengan 676 ribu kasus Covid-19 dengan lebih dari 71 ribu kematian.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya