Berita

Muhammad Najib/Rep

Muhammad Najib

Membaca Arah Jalur Sutra Baru Di Dunia Islam

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 14:36 WIB

ONE Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Inisiative (BRI), yang sering disebut dengan istilah Jalur Sutra Baru, merupakan Inisiatif China untuk membangun infrastruktur di darat berupa jalan TOL dan rel kereta, serta infrastruk laut berupa pelabuhan, yang akan menghubungkan banyak negara di kawasan Asia, Afrika, sampai Eropa.

Pada saatnya infrastruktur ini diharapkan akan mendorong percepatan kemajuan ekonomi di negara-negara yang dilaluinya.

Jalur Sultra (Silk Road) secara historis pernah membuktikan memajukan dan memakmurkan kota-kota muslim yang dilaluinya, mulai dari India di kawasan Asia Selatan, sejumlah kota yang kini berada di kawasan Asia Tengah seperti Buchara dan Samarkand di Asia Tengah, kemudian kota-kota di wilayah Iran, Irak, Suriah, sampai Turki.


Meskipun demikian, sampai saat ini meski sejumlah negara sudah mulai bisa menikmati, namun ada negara yang mengalami kegagalan. Negara-negara yang mengalami kegagalan umumnya diakibatkan oleh faktor korupsi dan perencanaan yang kurang matang, dengan kata lain proyek yang dibangun terlalu dipaksakan karena didorong motifasi yang kurang objektif.

China yang menjadi sponsor tunggal dengan pola pinjaman jangka panjangnya, perlu lebih selektif dalam memilih proyek, disamping harus membantu negara-negara parnernya agar bisa sukses. Hal ini penting dilakukan, mengingat proyek ini jika sukses akan memberikan  kemudahan pergerakkan orang dan barang secara masif dari dan menuju China.

Karena itu sangat wajar jika saingan China, khususnya India dan Amerika merasa khawatir. Berkembangnya isu "perangkap hutang" (dept trap) tidak bisa dilepaskan dari kekhawatiran sejumlah negara terhadap proyek OBOR atau BRI ini.

Bagi dunia Islam tawaran proyek OBOR atau BRI ini dipandang sebagai jalan untuk untuk mengembalikan kemakmuran sejumlah kota dan negara yang akan dilaluinya. Pembangunan infrastruktur yang ditawarkan OBOR atau BRI sekaligus membuka isolasi sejumlah kota dan meningkatkan konektifitas antar negara muslim khususnya yang berada di kawasan Asia Tengah.

Jalan Raya dan rel kereta yang akan dibangun dari Kota Kashghar di Xinjiang, China, menuju pelabuhan Gwadar di Pakistan, bukan saja akan membuat Pakistan akan memiliki jalan TOL dan rel kereta api yang menghubungkan wilayahnya di Utara dengan Selatan, akan tetapi sekaligus membuka akses bagi suku Uighur untuk berinteraksi khususnya secara ekonomi dengan suku-suku serumpunnya yang tinggal di Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan.

Infrastruktur yang serupa juga akan dibuat dari Kashghar ke arah Barat melewati Tajikistan, Turkmenistan, Kazakstan, Uzbekistan, melewati Iran sampai ke Turki, yang dilanjutkan menuju Eropa Barat dan Rusia.

Karena itu, Turki akan menjadi negara penting di kawasan Barat bagi China, karena Istanbul  akan menjadi persimpangan jalan dari China menuju Eropa dan Rusia.

Sedangkan Pakistan akan menjadi negara penting di kawasan Selatan China, karena pelabuhan Gwadar akan memberikan akses kepada Beijing untuk menjangkau Laut Arab.

Gwadar yang dilengkapi bandara, bukan hanya memiliki nilai strategis secara ekonomi, akan tetapi juga secara militer. Posisinya yang berada di dekat Selat Hormuz yang menjadi lokasi lalu-lalangnya kapal-kapal tanker raksasa yang membawa minyak dan gas dari negara-negara Arab Teluk ke seluruh dunia.

Dari pelabuhan ini China bisa memantau pergerakan angkatan laut Amerika dan anggota negara-negara NATO lainnya yang berpangkalan di sejumlah negara Arab Teluk.

Bila proyek ini berjalan sesuai rencana, maka China akan terhubung secara langsung dengan negara-negara Muslim di Asia Tengah yang ditinggal oleh Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet, Iran, dan Turki.

Dengan demikian akan terjadi perubahan peta ekonomi, politik, maupun militer. Pertanyaannya kemudian bagaimana nasib negara-negara Arab?

Jika tidak ingin tertinggal, maka negara-negara Arab yang terpecah-belah harus berhenti bertikai. Pada saat bersamaan mereka harus membuat rencana strategis terkait konektifitas antar negara yang mampu mengimbangi inisiatif China.

Harus segera dibangun infrastruktur darat dan laut yang menghubungkan 22 negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab, yang tersebar di kawasan Middle East and North Africa  (MENA).

Hal ini bukan saja penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya, akan tetapi juga penting secara politik maupun militer.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya