Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Warga Israel Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup Karena Membakar Hidup-hidup Satu Keluarga Palestina

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 10:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Israel menjatuhkan tiga hukuman seumur hidup kepada seorang pemukim Yahudi karena membunuh seorang balita Palestina dan orangtuanya dalam serangan pembakaran berlatar kejahatan rasial di rumah mereka di Tepi Barat.

Amiram Ben-Uliel (25), demikian nama terdakwa yang kemudian dijatuhi hukuman oleh pengadilan di kota Lod menyusul pengadilannya yang dimulai pada Mei atas pembunuhan tahun 2015 silam.

Dia juga dinyatakan bersalah atas dua dakwaan yakni percobaan pembunuhan dan pembakaran, bersama dengan konspirasi untuk melakukan kejahatan rasial.


Ketika itu Ben-Uliel melemparkan bom api melalui jendela rumah keluarga Dawabsha saat mereka tidur di Desa Duma di Tepi Barat yang diduduki.

Ahmed Dawabsha, yang saat itu berusia empat tahun, mengalami luka bakar parah dalam serangan yang menewaskan saudara laki-lakinya yang berusia 18 bulan, Ali, ibunya Riham dan ayahnya Saed.

Pembunuhan tersebut menyoroti ekstremisme Yahudi dan memicu tuduhan bahwa Israel tidak berbuat cukup untuk mencegah kekerasan semacam itu.

Pengadilan mengatakan bahwa pembunuhan itu direncanakan dengan hati-hati dan didorong oleh ideologi ekstremis dan rasisme.

"Ben-Uliel ingin membunuh keluarga itu semata-mata karena mereka orang Arab yang tinggal di Duma, memutuskan bahwa kematian mereka akan membalaskan dendam Malachi Rosenfeld", kata pengadilan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/9).

Selain vonis seumur hidup untuk tiga dakwaan, pengadilan juga memerintahkan Ben-Uliel untuk membayar hampir satu juta shekel atau setara dengan 290 ribu dolar AS sebagai kompensasi.

Ben-Uliel menolak untuk bersaksi di persidangannya dan pengacaranya berusaha untuk mendiskualifikasi pengakuan tersebut dan bukti penuntutan lainnya yang menurutnya telah diambil secara paksa oleh para interogator dari dinas keamanan Shin Bet.

Tim hukum dan istrinya Oriane Ben-Uliel mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan.

"Para hakim tidak mencari keadilan tetapi ingin menghukum suami saya dengan biaya berapa pun, meskipun bukti dia tidak bersalah yang kami ajukan di pengadilan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pada Mei 2019, seorang warga Israel lainnya menerima tawaran pembelaan atas perannya dalam serangan itu, mengakui konspirasi bermotif rasial untuk melakukan kejahatan dan vandalisme.

Pemuda itu mengaku mengintai Duma menjelang serangan dengan Ben-Uliel, tetapi dikatakan tidak berpartisipasi di dalamnya.

Dia belum disebutkan namanya, karena masih berusia 17 tahun pada saat pembunuhan dan diadili saat masih di bawah umur. Pemuda itu akan dijatuhi hukuman Rabu esok (16/9).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya