Berita

Sekjen MUI Anwar Abbas/Net

Politik

MUI Dukung Menko Mahfud Usut Tuntas Motif Penusukan Syekh Ali Jaber

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 11:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah Menko Polhukam Mahfud MD yang menginstruksikan aparat keamanan Lampung untuk membongkar jaringan dan motif pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas menilai perilaku tindak kekerasan adalah musuh perdamaian dan perusak kesatuan.

"MUI sangat mendukung pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD. Penusukan itu adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan dan kesatuan," tegas Anwar Abbas kepada wartawan, Senin (14/9).


Atas dasar itu, MUI meminta agar pelaku dapat diproses segera dan seadil-adilnya. Jika tidak, kata Anwar Abbas, maka pelaku akan sangat mengganggu ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Ini benar-benar mencerminkan tindakan  permusuhan terang-terangan terhadap ulama dan tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya karena akan merusak persatuan dan kesatuan serta akan menumbuh suburkan kecurigaan di antara sesama warga bangsa," kata Anwar Abbas. 

Bendahara Umum PP Muhammadiyah ini meminta agar kasus ini diproses secepatnya untuk diadili secara fair dan terbuka supaya tidak menjadi bola liar. Dan MUI, lanjutnya, meminta kepada pemerintah dan para penegak hukum untuk tidak segan membongkar hingga ke akar-akarnya apabila ada jaringan yang mendukung tindak kekerasa tersebut dibelakangnya. 

"Harus dibongkar sampai ke akar-akarnya agar tidak menyisakan kecurigaan sedikitpun juga kepada pemerintah terutama kepada para penegak hukumnya," tegasnya. 

"Untuk itu, MUI benar-benar mengharapkan semoga instruksi Menko Polhukham tersebut benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik oleh pihak terkait agar keadilan dan kebenaran benar-benar tegak di negeri ini. Dan untuk itu rakyat menunggu buktinya," demikian Anwar Abbas. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya