Berita

Ilustrasi tes masal Covid-19/Net

Politik

Faisal Basri: Rasio Tes Covid-19 Indonesia Masu Urutan Terburuk Kedua Di Asia

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 02:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Analis ekonomi, Faisal Basri, menilai bila pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam melakukan penanganan virus corona baru (Covid-19) di tanah air.

Hal itu tercermin dari masih rendahnya jumlah  pemeriksaan swab yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Faisal menyebut, rasio test Covid-19 Indonesia masih dibawah angka 2000 pemeriksaan per satu juta penduduk. Bahkan dia menjelaskan jika Rasio Test Covid-19 Indonesia masuk urutan ke dua terburuk di Asia.


“Indonesia  hanya lebih baik dari delapan negara Afrika diantaranya Mesir,  Zambia, Madagasakar, Nigeria, Senegal, Kenya. Dan hanya lebih baik dari satu negara Asia yakni Afghanistan,” kata Faisal dalam acara Webinar, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (12/9).

Dalam pandangan Faisal, pemerintah lebih mengutamakan menangani dampak ekonomi Covid-19 dari pada menuntaskan upaya mencegah penyebaran virus aslal China itu di tengah masyarakat.

Bahkan ia menilai, manfaat Peraturan Presiden Penggganti UU yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo akan lebih banyak dinikmati para konglomerat dan masyarakat kelas atas Indonesia.

“Perpu no. 1 2020 lebih menekankan menyelamatkan sektor keuangan bukan menghentikan penyebaran Covid,” uajar Faisal.

“Orang yang ada di Struktur organisasi Satgas Covid juga  kebanyakan orang ekonomi. Jadi jelas “heavy-nya” pada ekonomi,”pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya