Berita

Ekonom Faisal Basri/Repro

Politik

Faisal Basri: Tangani Covid-19 Sambil Dongkrak Ekonomi Hanya Mimpi Di Siang Bolong

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 01:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Faisal basri mengaku khawatir dengan perkembangan kasus virus corona baru (Covid-19) di tanah air.

Ia melihat kasus penyebaran virus asal China itu tak kunjung menurun bahkan belum ada titik terang kapan puncaknya akan terjadi.

“Disisi lain fasilitas kesehatan tidak banyak bertambah dan para tenaga medis pun sudah banyak yang mengalami kelelahan bahkan banyak yang gugur saat menjalankan tugas,” katanya dalam acara Webinar Kelompok Studi Demokrasi Indonesia yang bertema “Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi 1 Tahun Penangan Covid-19 di Indonesia”, Sabtu (12/9) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.


Faisal mengingatkan, pemerintah harus konsisten dan fokus menangani penyebaran Covid-19 di tanah air.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah jangan terburu-buru melonggaran pembatasan sosial dengan membuka sektor ekonomi, transportasi, idustri  dan sektor lainnya hingga penyebaran Covid-19 benar-benar teratasi.

“Jangan seperti di Iran yang mengalami gelombang ke dua dan ketiga dengan permasalahan yang lebih berat,” sebutnya.

Ia menegaskan, menghentikan penyebaran virus Covid-19 harus didahulukan sebelum menangani dampak ekonominya. Baginya kebijakan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi  sambil menangani  pandemi Covid-19 akan sia-sia.

“Ingin Covid naik berbarengan ekonomi naik hanya mimpi disiang bolong,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya