Berita

CNE saat konferensi pers di Caracas pada 5 September 2020/Net

Dunia

CNE Tolak Sanksi Sepihak Yang Dijatuhkan AS, Alfonzo: Kami Akan Lindungi Rakyat Yang Merdeka Dan Berdaulat

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dewan Pemilihan Nasional Venezuela (CNE) telah mengeluarkan pernyataan untuk menolak tindakan sepihak dan koersif yang diberlakukan oleh pemerintah AS, yang berusaha menyabot pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada 6 Desember mendatang.

Presiden CNE, Indira Maira Alfonzo Izaguirre aau Indira Alfonzo mengutuk lembaga-lembaga pemerintah AS karena menumbangkan kekuasaan dengan mencoba memaksakan langkah-langkah koersif, sepihak, campur tangan, dan ilegal terhadap Electoral Power, kekuatan publik.

Selama proses pencalonan untuk pemilihan parlemen, Alfonzo membacakan pernyataan dari CNE di mana entitas 'dengan tegas menolak' sanksi sepihak dan ilegal untuk menjatuhkan lembaga Negara Venezuela.


“Semua ini merupakan pelanggaran terbuka dan mencolok terhadap prinsip-prinsip paling dasar dari Hukum Publik Internasional, seperti penghormatan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Negara dan hak untuk menentukan nasib sendiri rakyat,” bunyi pernyataan yang dibacakan Alfonzo, menurut laporan media Telesur English.

Alfonso menegaskan, CNE telah sepenuhnya memenuhi semua tahapan kalender pemilu untuk menjalankan proses yang transparan.

Ia juga mengatakan bahwa CNE bersama organisasi yang memiliki tujuan politik dan berbagai sektor kehidupan publik nasional telah memperkuat kepercayaan masyarakat secara efisien, efektif, dan transparan, dalam proses pemilu.

CNE menegaskan kembali komitmennya yang tidak dapat direduksi untuk tetap teguh dalam misi fundamentalnya untuk mengatur dan menjamin pelaksanaan hak partisipasi secara demokratis.

"Kami akan melindungi rakyat yang merdeka dan berdaulat atas keinginan kuat Venezuela untuk mengekspresikan diri mereka melalui hak pilih," ujar Alfonzo.

"Kami rakyat Venezuela telah memutuskan untuk memilih para deputi AN untuk periode 2021-2026 sebagaimana ditetapkan di Magna Carta dari Republik Bolivarian Venezuela," tutup Alfonzo.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya