Berita

Ilustrasi FIR di atas Kepulauan Riau dan Natuna/Net

Dunia

Sebelum Ambil Alih FIR Kepulauan Riau-Natuna Dari Singapura, Negosiator Indonesia Harus Punya Satu Suara

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 12:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketidakpaduan pemahaman mengenai Flight Information Region (FIR) Kepulauan Riau-Natuna di antara pihak-pihak yang melakukan negosiasi dengan Singapura menjadi salah satu hambatan molornya pengambilalihan tersebut hingga hampir 30 tahun.

Demikian yang disampaikan oleh Gurubesar Fakultas Hukum Univeristas Padjajaran, Prof. Atip Latipulayat dalam webinar bertajuk "FIR di Atas Kepulauan Riau & Natuna" pada Kamis (10/9).

Kepala ICASL Unpad tersebut mengatakan, meskipun Singapura memiliki posisi yang tidak kuat dalam negosiasi pengambilalihan FIR Kepulauan Riau-Natuna, namun ia berhasil memanfaatkan ketidakpahaman Indonesia.


Dibuktikan Framework of Discussions Between Indonesia and Singapore pada 12 September 2019 yang disepakati oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan dan Menko Keamanan Nasional Singapura pada 12 September 2019.

Di dalam kerangka diskusi tersebut dijelaskan, Indonesia dan Singapura akan bekerja bersama untuk mencapai kesepakatan dalam isu FIR dan latihan militer di Laut China Selatan sesuai dengan Pasal 51 UNCLOS 1982.

Menurut Atip, poin tersebut membingungkan karena Singapura selama ini enggan memasukan aspek pertahanan dan keamanan dalam negosiasi FIR dengan Indonesia. Alih-alih fokus pada keselamatan dan efektifitas navigasi ruang udara secara teknis.

Indonesia pun mengikuti keinginan Singapura dengan tidak membawa isu kedaulatan di dalam negosiasi.

Selain itu, ia menjelaskan, Pasal 51 UNCLOS 1982 tidak terkait dengan militeristik dan membahas mengenai perikanan sehingga tidak tepat untuk dijadikan dasar hukum.

Melihat kerangka diskusi tersebut, Atip mengungkap, terjadi ketidaksatuan sikap pihak di Indonesia yang terlibat dalam pengambilalihan FIR.

"Jangan-jangan ketidakpaduan itu dipahami Singapura sehingga mereka dalam frame of discussion itu sudah 1-0," ujarnya.

Untuk itu, Atip mendesak Indonesia untuk menegaskan betul status hukum FIR di atas Kepulauan Riau-Natuna dan menyatukan pandangan para negosiator.

Di sisi lain, Indonesia juga harus memperkuat posisi di International Civil Aviation Organization (ICAO). Mengingat Indonesia adalah anggota Council ICAO.

"Meskipun itu otoritas teknis, tapi aroma politiknya cukup kuat," terangnya.

Ia juga menambahkan, regularasi, sumber daya manusia, dan teknologi juga harus ditingkatkan untuk mendukung upaya take over atau pengambilalihan FIR dari Singapura.

Pada dasarnya, Indonesia diuntungkan karena memiliki banyak pengalaman pengaturan navigasi, baik domestik maupun internasional. Di mana Singapura tidak memiliki penerbangan domestik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya