Berita

Austria membuka pintu negosiasi dengan Indonesia terkait pembelian 15 jet tempur Eurofighter Typhoon/Net

Dunia

Ini Dua Skenario Bila Prabowo Beli 15 Jet Tempur Bekas Eurofighter Typhoon Dari Austria

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 22:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia mendapat sorotan tersendiri di panggung internasional baru-baru ini terkait dengan jet tempur.

Di satu sisi, Indonesia disoroti karena menunggak pembayaran untuk proyek bersama pengembangan jet tempur generasi berikutnya bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment atau disingkat KFX/IFX

Di sisi lain, Indonesia disoroti karena melakukan pembelian 15 jet tempur bernama Eurofighter Typhoon dari Austria.


Media Austria, Kronen Zeitung awal pekan ini melaporkan bahwa pemerintah Austria mengumumkan bahwa mereka siap melepas 15 jet tempur Eurofighter Typhoon kepada Indonesia.

Dalam laporan yang sama, Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner mengatakan bahwa pihaknya membuka pintu negosiasi untuk melepas jet tempur bekas tersebut kepada Indonesia.

Tanner mengatakan bahwa pihaknya telah memberitahu Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto mengenai kesediaan Austria untuk memulai negosiasi penjualan.

"Penjualan pesawat Eurofighter adalah tujuan yang kami nyatakan,” kata Tanner, seperti dikabarkan ulang Aerotime.

"Namun, juga jelas bahwa setiap penjualan sangat kompleks dan sulit karena persyaratan perjanjian penjualan Darabos (mantan Menteri Pertahanan yang bertanggung jawab atas akuisisi pesawat)," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk pembelian 15 armada Eurofighter Typhoons bagi TNI AU di Indonesia, Austria memiliki dua opsi.

Opsi pertama adalah konsorsium Eurofighter mengeluarkan sertifikat pengguna akhir baru untuk Indonesia dengan persetujuan empat negara produsen, yaitu Jerman, Inggris, Italia dan Spanyol, serta Austria menjual armadanya langsung ke negara tersebut.

Atau opsi kedua, yakni Airbus membeli kembali jet tersebut, meng-upgrade dan mengirimkannya ke Indonesia.

Sejauh ini belum jelas soal opsi mana yang akan diambil untuk memboyong jet tempur berjenis Tranche 1 ini.

Aerotime menyebut bahwa jika melihat ke belakang, akusisi jet tempur Eurofighter Typhoon tersebut di Austria pun merupakan hal yang tidak populer.

Pasalnya, sejak tahun 2002 ketika varian Eurofighter Typhoon Tranche 1 dipilih untuk menggantikan Saab 35 Draken dan Northrop F-5E Tiger, akuisisi senilai 1,75 miliar euro telah menjadi sasaran kritik di Austria sendiri.

Pesawat yang misi utamanya adalah melindungi wilayah udara Austria, dianggap terlalu mahal untuk aplikasi taktis sederhana mereka.

Otoritas Austria kemudian memutuskan untuk meluncurkan kampanye untuk menemukan masa depan baru bagi jet tempur mereka yang tidak diinginkan.

Kemudian pada 6 Juli 2020, Kementerian Pertahanan Austria mengumumkan bahwa Angkatan Udara negara itu akan mempertahankan Eurofighter Typhoon tersebut.

Namun empat hari kemudian, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto memberikan tawaran "kejutan" untuk melakukan negosiasi soal pembelian jet tempur tersebut dari Austria.

"Untuk memodernisasi Angkatan Udara Indonesia, saya ingin melakukan negosiasi resmi dengan Anda untuk membeli semua 15 Eurofighter untuk Republik Indonesia," tulis Prabowo dalam sebuah surat tertanggal 10 Juli 2020.

"Saya menyadari sensitifitas masalah ini, tetapi saya yakin tawaran saya menawarkan peluang bagi kedua belah pihak," sambungnya seperli dilansir Aerotime.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya